News Ticker

Demo Warga Yaman: Dengan Darah Kami Lindungi Kehormatan Kami

SANA’A – Rakyat Yaman sekali lagi turun ke jalan-jalan di ibukota Sana’a untuk menyuarakan kecaman atas kampanye brutal Arab Saudi terhadap negara mereka, dimana puluhan orang kehilangan nyawa dalam serangan udara terbaru di provinsi barat Hodeidah.

Dibawah slogan “Dengan darah kami lindungi kehormatan kami,” demonstrasi digelar pada hari Jum’at (03/08), sehari setelah serangan brutal yang menewaskan dan melukai sekitar 185 warga Hodeidah.

Para pengunjuk rasa pada hari Jum’at mengutuk serangan udara yang dilakukan oleh koalisi yang dipimpin oleh rezim di Riyadh yang menargetkan rumah sakit dan pelabuhan nelayan Hodeidah.

Baca: Jubir Ansarullah: Proyek Koalisi Saudi Adalah Pembantaian Bangsa Yaman

Mereka juga mengecam penculikan sekelompok wanita oleh tentara bayaran yang didukung oleh Arab Saudi di distrik Tahita di kota pelabuhan pada 29 Juli.

Dalam unjuk rasa tersebut, presiden Komite Revolusioner Houthi, Mohammed Ali al-Houthi, mengatakan bahwa tentara Yaman dan komite rakyat mampu mencapai target dari semua negara anggota koalisi pimpinan Saudi, bahkan jika mereka berada di bawah tanah.

Arab Saudi dan sekitar 20 sekutunya, termasuk Uni Emirat Arab, Maroko dan Sudan, melancarkan perang brutal, yang mereka beri Kode Operasi Badai Penentu, terhadap negara miskin Yaman pada Maret 2015 dalam upaya untuk menginstal ulang pemerintahan mantan Presiden Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi, seorang sekutu setia Riyadh, dan menghancurkan gerakan populer Houthi Ansarullah.

Baca: VIDEO: Air Mata dan Darah Penuhi Lokasi Pembantaian Terbaru Saudi di Hodeidah

Serangan awalnya terdiri dari kampanye pemboman, tetapi kemudian digabungkan dengan blokade laut dan penyebaran pasukan darat ke Yaman.

Perang yang dipaksakan ini, bagaimanapun, sejauh ini gagal mencapai tujuannya berkat perlawanan tegas yang dilakukan oleh pasukan Yaman dan pejuang Houthi dalam membela negara.

Kementerian Hak Asasi Manusia Yaman mengumumkan dalam sebuah pernyataan pada 25 Maret bahwa perang telah menyebabkan 600.000 warga sipil tewas dan terluka hingga saat itu. Perang dan blokade yang menyertainya juga telah menyebabkan kelaparan di Yaman.

Organisasi-organisasi kemanusiaan telah memperingatkan bahwa operasi Hodeidah mengancam untuk memutus pasokan penting bagi jutaan warga Yaman. Lebih dari 70 persen impor Yaman melewati dermaga Hodeidah.

Koalisi mengklaim Houthi menggunakan Hudaydah untuk pengiriman senjata, sebuah tuduhan yang ditolak oleh pejuang Ansarullah. (ARN)

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: