News Ticker

Denny Siregar: PKS, HTI dan Agenda Khilafah di Pilpres 2019

Mardani Ali Sera dan Ismail Yusanto HTI Mardani Ali Sera dan Ismail Yusanto HTI

JAKARTA – Gerakan #2019GantiPresiden semakin hari tidak mendapat respon positif di masyarakat karena telah disusupi oleh gerakan makar kepada NKRI. Tokoh medsos Denny Siregar menulis tentang “HTI, PKS & AGENDA KHILAFAH DI PILPRES”, berikut ulasannya:

Sejak perang Suriah tahun 2011, gerakan khilafah semakin membesar di Indonesia. Ideologi mengganti sistem negara saat ini dengan syariat Islam, terus mereka kumandangkan dimana-mana. Dan tanpa malu-malu lagi mereka membentangkan spanduk, berorasi, bahkan memaksakan pemikiran-pemikiran mereka di media sosial maupun ceramah-ceramah.

Baca: Denny Siregar: Siasat politik rezim orde lama dan PKS menuju pilpres 2019

Salah satu ormas yang aktif “berjuang” supaya khilafah tegak di Indonesia adalah Hizbut Tahrir Indonesia. Hizbut Tahrir adalah organisasi terlarang yang sudah dibubarkan di banyak negara, termasuk negara-negara Timur Tengah. Kenapa? Karena mereka sejatinya selalu ingin melakukan makar di setiap negara jika ada kesempatan.

“HTI adalah gerakan revolusioner dan tidak menggunakan kekerasan, tetapi mendukung orang lain yang menggunakannya. Mereka anti demokrasi dan salah satu cabang terbesarnya ada di Indonesia..” begitu kata Sidney Jones pengamat terorisme dalam sebuah perbincangan.

Pembubaran HTI pada tahun 2017 lalu, jelas menyisakan dendam membara kepada Presiden Jokowi yang mereka anggap sebagai musuh utama. Tapi karena mereka tidak bisa bergerak leluasa sebab sudah dilarang, mereka menggunakan tangan orang lain untuk melakukannya.

Baca: HTI dan PKS Dua Mata Uang yang Sama

Dan tangan itu ada di PKS..

Sebenarnya HTI dan PKS mempunyai ideologi yang sama, yaitu negara Islam. Hanya PKS malu-malu untuk terbuka, meski sudah condong mengarah kesana. Survey SMRC yang dilakukan bulan Mei 2017, mengungkapkan bahwa 34 persen simpatisan PKS setuju dengan adanya khilafah. Dan ini prosentase terbesar jika dibandingkan survey pada simpatisan partai lainnya..

Karena mempunyai kesamaan ideologi itulah, maka HTI mempunyai satu irisan yang sama dengan PKS. Dengan begitu, mudah bagi HTI untuk diterima masuk ke PKS dan mengembang-biakkan virusnya disana..

Pemilihan Presiden 2019, adalah salah satu cara HTI membalas dendamnya kepada Jokowi. Dan jika mereka menang, maka mereka akan semakin brutal memasukkan orang-orangnya ke semua sistem pemerintahan dan satu waktu mereka akan mengganti sistem itu dengan khilafah, yang sesuai ideologi mereka.

Baca: PKS Layak Ditenggelamkan Seperti Ikhwanul Muslimin

Itulah gerak panjang HTI yang sudah mereka susun dengan baik. Dan -sekali lagi- mereka tidak malu-malu untuk mengungkapkan itu di depan publik.

Video yang viral dimana Mardani Ali Sera, ketua DPP PKS, berpasangan dengan Ismail Yusanto, petinggi HTI, menunjukkan betapa HTI masih dengan bangga memproklamirkan ideologinya. “Ganti sistem..” Kata Ismail disamping Mardani yang berseru, “Ganti Presiden..”

HTI jelas tidak takut pada pemerintah Indonesia, yang dinilai tidak sekeras pemerintah Turki, misalnya, dalam menindak orang-orang HTI.

Di Turki tahun 2009, pemerintah sana menahan orang-orang Hizbut Tahrir, bukan hanya membubarkan ormasnya. Bahkan di Rusia, HT dikategorikan sebagai organisasi teroris. Di Malaysia saja, pemerintah sana pada tahun 2015 memfatwakan, bahwa HT adalah kelompok yang menyimpang dan siapapun yang mengikuti gerakan pro-khilafah akan menghadapi hukum.

Baca: 15 Kesamaan Antara PKS dengan PKI

Kenapa Jokowi tidak bisa keras dan tegas pada HTI ini?

Sulit. Karena jika Jokowi pakai tangan besi dalam menindak orang-orang HTI, maka isu “anti Islam” akan digoreng keras dan dijadikan rudal untuk menjatuhkannya. Lawan Jokowi sudah terlalu banyak, mulai mafia sampai politikus, sehingga ia kesulitan jika menghajar mereka pada saat bersamaan. Karena itulah Jokowi merapatkan barisan dengan kyai-kyai NU, dalam misi perang panjangnya.

Perang ini akan dimulai Jokowi jika ia sudah pasti menjabat satu periode lagi. Pada periode kedua itu, Jokowi akan “nothing to lose” sehingga mudah menangani mereka.

Baca: Yusuf Muhammad: Bersihkan Indonesia dari Pengkhianat Bangsa

Itulah sebab, Jokowi harus didorong untuk memenangkan “perang” dalam Pilpres ini. Sesudah itu kita dorong ia untuk lebih keras terhadap keberadaan HTI dan ideologi khilafahnya. Kalau tidak, negara kita akan kacau terus karena menghadapi ideologi yang tidak akan mati selama jasad mereka masih ada dibadannya. Membela Jokowi adalah membela kebhinekaan dan kesatuan negara Republik Indonesia dari rongrongan pemuja khilafah. Seruput dulu kopinya?. (ARN)

Sumber: DennySiregar.com

Iklan

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Denny Siregar: PKS, HTI dan Agenda Khilafah di Pemilihan presiden 2019 - Islam Institute
  2. Emak Militan Jokowi Laporkan Mardani dan Neno ke Bareskrim Terkait Makar – ArrahmahNews

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: