arrahmahnews

Demonstrasi Memanas, 115 Siswa Bangladesh Luka-luka

DHAKA – Lebih dari 100 orang, sebagian besar pelajar, telah terluka di ibukota Bangladesh, Dhaka, setelah polisi menembakkan peluru karet ke ribuan demonstran pelajar yang memprotes kematian dua rekan siswa mereka yang tertabrak oleh bus yang ngebut di kota itu.

Saksi dan sumber-sumber medis mengatakan bahwa alam kebuntuan besar antara pemerintah dan para pemrotes yang marah, setidaknya 115 orang menderita luka-luka dalam bentrokan dengan polisi anti huru hara di Dhaka pada hari Sabtu (04/08), mereka menambahkan bahwa bentrokan protes terutama terjadi di lingkungan Jigatala.

“Kami telah merawat lebih dari 115 siswa yang terluka sejauh ini sejak siang,” kata dokter bangsal darurat Abdus Shabbir, menambahkan bahwa sejumlah orang cedera karena peluru karet. “Beberapa dari mereka dalam kondisi yang sangat buruk,” lanjutnya.

Puluhan ribu siswa SMA berdemonstrasi di berbagai penjuru Bangladesh untuk hari selama sepekan terakhir, setelah dua remaja tewas tertabrak bus yang ngebut.

Pihak berwenang memohon agar para pelajar itu menghentikan protes mereka yang telah melumpuhkan ibukota, Dhaka, dan mendorong kantor-kantor kedutaan besar negara asing mengeluarkan peringatan perjalanan.

Kementerian pendidikan menutup SMA-SMA di negara itu dan berjanji akan mempertimbangkan tuntutan mereka mengenai ditingkatkannya keselamatan di jalan raya.

Tetapi hal tersebut tidak menenangkan remaja yang turun ke jalan-jalan. Para pelajar berunjuk rasa setelah sebuah bus yang ngebut untuk memburu penumpang menabrak hingga tewas seorang remaja lelaki dan seorang perempuan di tepi jalan pada hari Minggu (29/07).

“Mereka seharusnya menganggap serius tuntutan kami, tetapi mereka tidak melakukannya,” kata Imran Ahmed, seorang demonstran.

Pihak berwenang mengatakan lebih dari 300 kendaraan telah dirusak sejak protes dimulai.

Kemarahan pelajar bertambah besar setelah menteri yang terkait dengan serikat-serikat pekerja transportasi bertanya mengapa para pelajar SMA itu tidak memberi reaksi yang sama ketika 33 orang tewas dalam kecelakaan bus di India pada hari Sabtu. Menteri itu kemudian meminta maaf.

Para peneliti dari Komite Nasional untuk Perlindungan Perkapalan, Jalan Raya dan Kereta Api menyatakan lebih dari 4.200 pejalan kaki tewas dalam kecelakaan lalu lintas tahun lalu, suatu peningkatan 25 persen dari jumlah tahun 2016. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: