NewsTicker

Menghitung Kematian di Yaman

SANA’A – Dalam artikel Daniel Larison di The American Conservative ia menulis bahwa berdasarkan hasil investigasi, jumlah asli angka kematian dalam perang Yaman yang secara aneh masih resmi ditetapkan di angka 14.000, ternyata jauh lebih tinggi.

Menurut sebuah penghitungan independen, jumlah korban tewas secara keseluruhan telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Data yang dikumpulkan oleh ACLED, sebuah kelompok yang mempelajari konflik, menempatkan korban tewas pada hampir 50.000 orang dalam periode antara Januari 2016 dan akhir Juli 2018.

Angka itu belum termasuk mereka yang terbunuh tidak secara langsung selama pertempuran. Ribuan warga sipil yang meninggal karena kekurangan gizi atau kolera, misalnya. Tahun lalu, Save the Children memperkirakan bahwa 130 anak meninggal setiap hari karena “kelaparan dan penyakit yang ekstrim.”

Baca: Demo Warga Yaman: Dengan Darah Kami Lindungi Kehormatan Kami

Setidaknya ada hampir 50.000 orang meninggal setiap tahun di Yaman karena kelaparan dan penyakit yang seharusnya dapat dicegah. Ketika kita menambahkannya bersama dengan perkiraan 50.000 orang yang terbunuh akibat perang (serangan udara dsb), kita bisa melihat perkiraan konservatif hampir 200.000 orang tewas selama tiga tahun terakhir, angka ini belum termasuk korban luka-luka.

Warga sipil yang telah meninggal karena kelaparan dan penyakit yang dapat dicegah juga adalah korban perang ini, sama seperti seakan-akan mereka dibunuh oleh bom serangan udara dan penembakan, dan ada jutaan orang lagi yang berisiko mati kelaparan jika perang terus berlangsung seperti yang saat ini terjadi.

Perlu menjadi catatan bahwa angka 50.000 ini belum termasuk juga jumlah korban tewas di bulan-bulan awal perang, dan dengan demikian jumlah korban tewas secara keseluruhan dari perang ini pasti lebih tinggi dari itu.

Menurut Andrea Carboni, peneliti Yaman untuk ACLED, kelompok tersebut saat ini masih menghitung data dari sembilan bulan pertama konflik. Bulan-bulan dimana terjadi serangan koalisi Saudi paling intens, yang berarti bahwa jumlah korban tewas pasti akan tinggi.

Baca: Aktivis: Anak-Anak Yaman Korban Utama Kejahatan Perang Saudi

ACLED mengatakan mengumpulkan informasi dari sumber sekunder, menguatkannya berkali-kali dan menggunakan perkiraan paling konservatif ketika menyangkut korban jiwa.

Ada korban jiwa dalam jumlah besar sekali di Yaman, dimana jumlah sesungguhnya telah dikaburkan selama bertahun-tahun. Jika serangan Hodeidah saat ini berlanjut, maka korban jiwa akan jauh lebih besar.

Yang membedakan Yaman dari tempat-tempat lain di seluruh dunia adalah skala dan tingkat keparahan krisis kemanusiaan yang diciptakan oleh perang koalisi Saudi. Sebuah perang yang telah menelan ratusan ribu nyawa dan dapat segera menyebabkan kematian jutaan orang lagi, jika kondisinya dibiarkan tetap seperti ini. (ARN/The American Conservative)

1 Comment on Menghitung Kematian di Yaman

  1. PANCASILA // Agu 5, 2018 at 9:19 pm //

    ITU TERJADI KARENA ARAB SAUDI … NEGARA YG ISLAMI DENGAN SYARIAT ISLAM NYA TERNYATA BIADAB DAN JAHILIYAH … SUKU QURAISY MEMANG JAHILIYAH BIN KEJAM BIN BIADAB

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: