News Ticker

Penyelidikan Ungkap AS-Saudi Bekerjasama dengan Al-Qaeda di Yaman

RIYADH – Penyelidikan terbaru menemukan bahwa koalisi pimpinan Saudi telah melakukan kesepakatan rahasia dengan teroris al-Qaeda di Yaman dengan merekrut ratusan militan Takfiri tersebut dalam operasi darat melawan gerakan Houthi Ansarullah dan pasukan sekutunya.

Penyelidikan yang dilakukan oleh The Associated Press dan dirilis pada hari Selasa(07/08) itu mempertanyakan klaim koalisi tentang kemenangan terhadap militan al-Qaeda, menunjukkan bahwa kelompok teror terkenal itu secara efektif berada dipihak yang sama dengan AS, Arab Saudi dan koalisi mereka di Yaman.

Baca: Pimpinan Al-Qaeda Nyatakan Siap Bersama Saudi Serang Yaman

Penyelidikan itu mengungkap bahwa koalisi pimpinan Saudi telah menyuap beberapa komandan al-Qaeda untuk meninggalkan kota-kota kunci Yaman, dan mengizinkan anggota militan itu untuk mundur bersama senjata, peralatan dan uang tunai hasil jarahan mereka.

Lebih lanjut dikatakan bahwa aliansi pimpinan Riyadh itu juga telah merekrut ratusan elemen al-Qaeda. Laporan itu juga menyebut bahwa AS mengetahui dengan pasti kolusi Arab Saudi dengan para militan itu.

“Unsur-unsur militer AS jelas menyadari bahwa banyak dari apa yang AS lakukan di Yaman membantu AQAP (Al-Qaeda di Semenanjung Arab) itu, dan ada banyak kecemasan mengenainya,” kata Michael Horton, seorang rekan di Yayasan Jamestown , sebuah think tank yang berbasis di Washington.

“Namun, mendukung UAE dan Arab Saudi terhadap apa yang dilihat AS sebagai ekspansionisme Iran lebih diprioritaskan daripada memerangi AQAP dan bahkan menstabilkan Yaman,” tambahnya.

Para pemimpin Al-Qaeda di Yaman mengatakan militannya sering bertempur bersama milisi yang didukung AS dan Saudi melawan Houthi.

Investigasi ini didasarkan pada laporan dan wawancara dengan sejumlah pejabat Yaman, termasuk petugas keamanan, komandan milisi, mediator suku dan militan al-Qaeda.

Horton menekankan bahwa banyak dugaan perang terhadap al-Qaeda di Yaman yang digembar-gemborkan AS hanyalah “lelucon.”

Baca: ISIS, Al Qaeda Adalah ‘Pemenang Terbesar’ dalam Agresi Saudi di Yaman

“Sekarang hampir tidak mungkin untuk menguraikan siapa yang AQAP dan siapa yang tidak, karena begitu banyak kesepakatan dan aliansi telah dibuat,” katanya.

Arab Saudi dan sekutu-sekutunya melancarkan perang brutal yang mereka namai Operasi Badai Tegas terhadap Yaman, sejak Maret 2015 dalam upaya untuk menginstal ulang mantan presiden Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi, sekutu setia Riyadh, dan menghancurkan Houthi.

Serangan awalnya terdiri dari kampanye pemboman, tetapi kemudian digabungkan dengan blokade laut dan penyebaran pasukan darat ke Yaman.

Namun, perang yang dipaksakan sejauh ini gagal mencapai tujuannya, berkat perlawanan keras dari pasukan Yaman dan sekutu Houthi.

Baca: Keamanan Yaman Tangkap Anggota Sel Teror Baru yang Terafiliasi Al-Qaeda

AQAP telah mengambil keuntungan dari kampanye militer yang dipimpin Saudi dan kekacauan yang dihasilkan di Yaman untuk memperketat cengkeramannya di bagian selatan negara Arab itu.

Washington mengklaim melakukan serangan drone pada apa yang mereka katakan sebagai target al-Qaeda di Yaman, tetapi sumber-sumber lokal mengatakan bahwa sebenarnya serangan itu menargetkan warga sipil.

Abdel-Sattar al-Shamiri, mantan penasihat gubernur Ta’izz, mengatakan bahwa ia telah mengatakan kepada komandan pro-Hadi untuk tidak merekrut militan al-Qaeda.

“Tanggapan mereka adalah, ‘Kami akan bersatu dengan iblis di hadapan Houthi,’” katanya.

Laporan AP lebih lanjut mengatakan bahwa Adnan Rouzek, seorang komandan pro-Hadi, yang memiliki tokoh al-Qaeda sebagai pembantu terdekatnya baru-baru ini diberi uang senilai 12 juta dolar oleh mantan presiden Yaman, Mansor Hadi yang saat ini tinggal di Saudi. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: