News Ticker

Ada Cukong Besar Dibalik Uang 1 Triliun

JAKARTA – Gerindra bisa mendelegasikan dua kadernya jadi capres dan cawapres bukan sebuah keajaiban? Bagaiamana mungkin mereka yang selama ini memainkan politik identitas tidak mendengarkan ijtima ulama?

Ada apa dengan PAN yang awalnya keukeh mengajukan nama UAS jadi luluh? Kenapa juga PKS yang menyodorkan 9 pendekarnya tak satupun dipilih? Terakhir Demokrat yang menawarkan si bocah ajaib juga tak digubris?

Kalo ego masing-masing partai pengusung yang dijadikan pertimbangan, mengapa juga nama Jenderal purnawirawan Gatot Nurmantyo yang non partai dan lebih moncer di beberapa survei dimana sejak awal menjalin komunikasi dengan kubu Prabowo juga tidak dipilih?

Tiba-tiba Sandiaga Uno yang notabene satu partai yang tidak terdengar di survei-survei cawapres bisa jadi cawapres Prabowo?

BacaJokowi: Ma’ruf Amin Figur yang Tepat Menuju Perubahan.

Sedinamis dinamisnya politik pasti ada yang melatarinya. Yang menjadikan semua itu bisa dicerna akal sehat, cuitan petinggi demokrat tentang jenderal kardus dan mahar rekom senilai 500 milyar untuk masing-masing, PAN dan PKS.

Sah-sah saja jika ada yang bilang dalam politik tidak ada makan siang gratis. Jika itu diartikan bagi-bagi jabatan masih bisa maklumi. Tapi jika ini menyangkut kedaulatan negara jelas akan jadi persoalan besar.

Negeriku cuma dihargai 1 Triliun lebih murah dibanding harga seorang CR7 saat dibeli Juventus. Jika cuitan petinggi demokrat benar, siapa sebenarnya Bos pemilik 1 Triliun tersebut?

Mengapa ini penting untuk di ketahui, karena jika boneka-boneka ini menang semua kebijakan-kebijakan negara ini akan bergantung pada kepentingan si Bos.

Masih ingat rekaman PAPA MINTA SAHAM dimana didalamnya ada obrolan seorang mafia migas menggelontorkan 500 milyar untuk membantu pasangan Prabowo-Hata Rajasa di pilpres 2014?

Masih ingat komentar Prabowo agar Indonesia menghormati Amerika, justru disaat pemerintah RI berjuang merebut saham mayoritas PT. Freeport?

BacaPesan Menko Luhut ke Prabowo: Jangan Pakai Agama untuk Kampanye.

Bisa jadi semua kebijakan tentang Freeport àkan direvisi, Rokan 2021 tidak jadi kembali kepangkuan anak negeri, Blok Masela tidak 100% di kelolah Pertamina.

Jadi jika anda percaya pada janji mereka yang akan menjaga kedaulatan NKRI sama saja anda percaya propaganda Jepang sebagai saudara tua saat menginjakan kakinya di bumi pertiwi.

Jika cuitan Andi Arif hoax dan fitnah tidak ada alasan bagi PAN dan PKS untuk tidak membawa kasus ini ke ranah hukum karena ini menyangkut nama baik partai mereka.

Tapi saya yakin PAN dan PKS tidak akan membawanya ke ranah hukum, bukan karena Demokrat sudah satu gerbong dengan mereka tapi karena mereka menghitung resiko pengadilan yang bisa membuat benderang apa yang sebenarnya terjadi. Karena (sekali lagi) kalaupun cuitan Andi Arif benar, jika cuma Banwaslu saja yang menangani akan sulit membongkar dan membuktikannya, karena ini ‘permainan’ kelas tinggi.

Bahkan keputusan Sandiaga Uno sebagai petinggi teras partai Gerindra rela keluar dari partainya untuk bergabung dengan PAN sesaat sebelum pencalonannya bisa jadi alibi pengaburan.

Satu-satunya cara agar sumber daya alam ini tidak dijarah asing lagi. Kita perjuangkan dan kawal kemenangan Jokowi yang berpasangan dengan Kyai Ma’ruf.

Lawan kita bukan cuma Bowo-Sandi (Bosan). Kalo cuma Bosan bukan kelasnya Jokowi. Lawan kita pemilik 1 Triliaun yang mau ‘membeli’ negeri ini. [ARN]

Dirgahayu Negeriku,
MERDEKA LAGI INDONESIAKU…!!

Sumber: Akun FB Idielus Mulia Syofyan.

About ArrahmahNews (15834 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

1 Comment on Ada Cukong Besar Dibalik Uang 1 Triliun

  1. Apriadi ENeste // Agu 12, 2018 at 4:58 pm // Balas

    Bila perlu kedua capres sama2 diusut dana kampanyenya nntnya….jgn hanya sebelah pihak saja…

5 Trackbacks / Pingbacks

  1. Jokower dan Ahoker Pantang Golput – ArrahmahNews
  2. Ada Cukong Besar Dibalik Uang 1 Triliun - Islam Institute
  3. Membaca Strategi Kampanye Prabowo-Sandi – ArrahmahNews
  4. Pilpres 2019, Pertarungan antara Khilafah dan Islam Nusantara – ArrahmahNews
  5. Curhatan Kesal Yusril Tak Diajak Gabung Koalisi Prabowo – ArrahmahNews

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: