News Ticker

Analis: Sanksi AS atas Iran Percepat Matinya Dolar

INDIANA – Peran dolar AS sebagai mata uang cadangan global kemungkinan akan terus berkurang karena lebih banyak negara beralih ke mata uang nasional dalam perdagangan internasional. Analisa ini dikemukakan oleh seorang ahli dan analis politik Amerika.

“Sanksi AS terhadap Iran akan memaksa Teheran untuk beralih ke mata uang lain dalam perdagangan dengan China, Rusia dan mitra dagang utama lainnya, dan ini akan mempercepat matinya dolar,” kata E. Michael Jones, seorang penulis, mantan profesor, komentator media dan saat ini adalah editor dari majalah Culture Wars.

Jones mengatakan kepada Press TV pada hari Rabu bahwa China akan berhenti membeli minyak dari Amerika Serikat dan beralih ke Iran.

“Itu akan menentang sistem perbankan internasional dan itu akan berhasil dan akan mendorong matinya dolar sebagai mata uang cadangan dunia.”

Baca: Lavrov: Hari-hari Dolar Sebagai Mata Uang Global Tinggal Hitungan

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov pada hari Selasa mengatakan bahwa Moskow mendukung penggunaan mata uang nasional, bukan dolar AS, dalam perdagangan dengan Turki.

Lavrov mengadakan pembicaraan di Ankara dengan Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu sehari setelah lira Turki jatuh ke titik terendah sepanjang waktu versus dolar AS, sementara rubel Rusia kehilangan hampir 10 persen hanya dalam beberapa hari pada bulan Agustus.

“Penggunaan mata uang nasional untuk perdagangan timbal balik telah selama beberapa tahun menjadi salah satu tugas yang presiden Rusia dan Turki tetapkan,” ujar Lavrov pada konferensi pers bersama dengan Cavusoglu di Ankara.

“Proses-proses yang identik telah terjadi dalam hubungan kami dengan Iran. Tidak hanya dengan Turki dan Iran, kami juga mengatur dan telah menerapkan pembayaran dalam mata uang nasional dengan Republik Rakyat China, ” katanya.

Baca: Rusia Berupaya Temukan Cara Singkirkan Dolar

“Saya yakin bahwa penyalahgunaan berat dari peran dolar AS sebagai mata uang cadangan global seiring waktu akan mendorong dalam pelemahan dan kematian perannya,” kata Lavrov, menggemakan pernyataan yang dibuat oleh Presiden Rusia Vladimir Putin.

Para pejabat Iran juga menyatakan bahwa mereka lebih suka transaksi masa depan negara itu akan dilakukan dalam mata uang selain dolar.

Keputusan oleh Presiden AS Donald Trump untuk menarik diri dari kesepakatan nuklir dengan Iran telah menambah momentum baru untuk upaya memulai perdagangan minyak dalam yuan menyusul peluncuran minyak mentah China. (ARN)

About ArrahmahNews (16337 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: