Iklan
News Ticker

AS Upayakan Bonekanya Berkuasa di Negara-negara Berdaulat

CHICAGO – Amerika Serikat berencana untuk memasang rezim boneka pro-Barat di negara-negara yang berdaulat dan independen seperti Iran. Stephen Lendman, seorang jurnalis, penulis dan analis politik Amerika yang berbasis di Chicago menyatakan hal ini dalam wawancaranya.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengumumkan pembentukan “Kelompok Aksi Iran” pada hari Kamis, mengatakan bahwa inisiatif itu akan “mengarahkan, meninjau dan mengkoordinasikan semua aspek dari kegiatan Departemen Luar Negeri yang terkait Iran.”

“Saya menyebutnya Rencana Aksi anti-Iran untuk perubahan rezim,” kata Lendman kepada Press TV pada hari Jumat (17/08).

Baca: Pemimpin Tertinggi Iran Tegaskan Takkan Ada Negoisasi dengan Rezim AS

“Selama hampir 40 tahun, Washington ingin mentransfer kembali Iran ke masa setelah kudeta 1953 yang menggulingkan Perdana Menteri Mossadegh yang dipilih secara demokratis,” tambahnya.

“Masalah Amerika dengan Iran adalah bahwa Iran adalah negara yang berdaulat, independen. Itulah intinya. Washington ingin menguasai semua negara lain. Semua negara yang independen ditargetkan untuk perubahan rezim. Washington menginginkan rezim boneka pro-Barat untuk menggantikannya, ”katanya.

“Ini semua tentang kemerdekaan kedaulatan Iran. Rezim Trump mendestabilisasi situasi di Iran sekarang. Ia mencoba melakukan ini di awal tahun, melakukannya lagi. Ini semua yang dilakukan Amerika. Orang-orang di mana pun mungkin marah tentang satu kebijakan atau kebijakan lain dari pemerintah mereka, dan hampir di setiap negara di dunia. Itu tidak berarti harus keluar di jalan-jalan dan melakukan apa pun dengan kasar atau semacamnya, ”kata wartawan itu.

Baca: Rusia Ingatkan AS Soal Dampak Destruktif Sanksi atas Iran

Departemen Luar Negeri AS telah membentuk “Kelompok Aksi Iran” untuk mengkoordinasi dan menjalankan kebijakan AS yang agresif terhadap Republik Islam pada malam peringatan ke-65 aksi Amerika sebelumnya terhadap Iran, kudeta yang dipimpin CIA tahun 1953, melawan pemerintah yang terpilih secara demokratis, Mohammad Mosaddegh.

“Apa yang terjadi di Iran, apa yang sudah terjadi dan mungkin akan terjadi lagi, ini semua telah diatur dari luar, diatur oleh Washington, diatur oleh CIA dan National Endowment for Democracy. Dan lagi-lagi itu karena kebijakan AS terhadap Iran, termasuk sanksi ilegal terhadap negara, itu” kata Lendman. (ARN)

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: