Iklan
News Ticker

Kejaksaan Saudi Tuntut Hukuman Mati terhadap Seorang Aktivis Perempuan

RIYADH – Sumber-sumber Arab Saudi melaporkan bahwa pihak kerajaan mengajukan tuntutan hukuman mati terhadap seorang aktivis perempuan, yang telah ditahan selama tiga tahun karena mengkritik penguasa kerajaan.

Organisasi HAM Eropa-Saudi (ESOHR) dan beberapa sumber Saudi lainnya mengatakan bahwa wanita yang bernama Esra al-Ghamgam itu dituntut untuk dieksekusi pada Rabu lalu

“Berita mengejutkan telah muncul mengenai kejaksaan umum Saudi yang menyerukan hukuman hukuman mati terhadap pembela HAM perempuan, dimana ini merupakan preseden berbahaya, karena ini akan menjadi pertama kalinya hukuman mati dijatuhkan terhadap seorang aktivis perempuan,” demikian bunyi laporan ESOHR dalam situs resmi mereka.

Baca: UE Desak Arab Saudi Jelaskan Soal Penahanan Aktivis

ESOHR pertama kali mengetahui berita yang beredar mengenai kasus Esra melalui laporan media sosial. Setelah penyelidikan lebih lanjut atas laporan tersebut, ESOHR menghubungi sumber tepercaya dan mendapat konfirmasi atas berita itu.

Menurut sumber, Esraa menghadapi sidang pengadilan pertama tanpa pengacara untuk membelanya.

Berdasarkan pemantauan ESOHR dari kasus-kasus sebelumnya, tuntutan hukuman mati bagi tahanan oleh kejaksaan umum adalah indikator berbahaya karena hampir bisa dipastikan hasil persidangan akan menjatuhkan hukuman hukuman mati juga. Ini karena mekanisme Saudi yang terlibat dalam proses penuntutan tidak independen dan melayani kebutuhan Raja Salman secara langsung.

Baca: PBB Suarakan Keprihatinan atas Penangkapan Aktivis Perempuan di Saudi

Dalam hal ini badan keamanan didanai langsung oleh Raja Salman, hakim diangkat oleh raja, dan kantor kejaksaan terhubung langsung dengan Raja Salman. Semua badan-badan ini berada di bawah kontrol penuh oleh raja, dan karena itu banyak dari proses persidangan hanya sekedar basa-basi karena sebenarnya vonis ditentukan sebelumnya untuk melayani kepentingan raja.

Esra ditahan bersama suaminya dalam serangan keamanan ke rumah mereka di daerah Qatif, Provinsi Timur pada 8 Desember 2015.

Surat kabar Al-Quds al-Arabi menyebut bahwa aktivis itu ditangkap karena turut serta dalam protes damai di kawasan itu untuk mendukung demokrasi dan menuntut pembebasan tahanan politik.

Putra Mahkota kerajaan Mohammad bin Salman selama ini berusaha untuk menggambarkan dirinya sebagai sosok reformis sosial dan figur liberal yang menghormati hak-hak perempuan, namun penangkapan dan penahanan aktivis perempuan terus berlanjut di kerajaan dan hal ini memancing kecaman keras dari kelompok-kelompok hak asasi internasional. (ARN)

Iklan

1 Trackback / Pingback

  1. Kejaksaan Saudi Tuntut Hukuman Mati kepada Seorang Aktivis Wanita - Islam Institute

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: