News Ticker

ISIS Sandera 27 Warga Sipil di Sweida Suriah

SWEIDA – Human Rights Watch (HRW) mengatakan bahwa anggota kelompok teroris takfiri Daesh/ISIS menyandera 27 orang tawanan di provinsi Sweida, barat daya Suriah, mengutuk penyanderaan itu sebagai sebuah “kejahatan perang.”

Organisasi non-pemerintah internasional yang bermarkas di New York tersebut mengatakan pada hari Sabtu (25/08) bahwa korban penculikan sebagian besar terdiri dari wanita dan anak-anak, yang diculik pada 25 Juli ketika Daesh melancarkan serangan besar-besaran terhadap komunitas Druze di provinsi tersebut dan menewaskan lebih dari 250 orang.

HRW menekankan bahwa para takfiri itu menahan sandera sipil untuk menggunakannya sebagai tawar-menawar dalam negosiasi dengan pemerintah Damaskus dan Rusia.

“Kehidupan sipil tidak boleh digunakan sebagai alat tawar-menawar,” kata Lama Fakih, wakil direktur HRW di Timur Tengah.

Ada laporan bahwa setidaknya dua orang telah tewas sejak ekstremis ISIS menyandera lebih dari 30 orang dalam serangan Juli.

Sementara itu, seorang siswa pria berusia 19 tahun dipenggal kepalanya, dan seorang wanita 65 tahun meninggal awal bulan ini.

Selain itu, dua wanita berhasil melarikan diri dari lokasi penyanderaan.

Menurut para aktivis di provinsi Sweida, penduduk desa memberitahukan nama-nama ke-27 orang yang disandera oleh Daesh, dimana diantaranya terdapat anak-anak berusia tujuh tahun. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: