Amerika

Suriah di DK PBB Beberkan Bukti dan Data Rencana Serangan Kimia Palsu di Idlib

NEW YORK – Suriah membeberkan bukti-bukti kepada PBB yang mengungkapkan satu lagi plot teroris Takfiri yang akan melakukan serangan kimia di provinsi Idlib dan menyalahkannya pada Damaskus dengan tujuan membenarkan agresi AS dan sekutunya terhadap negara Arab Suriah.

Berbicara pada pertemuan di Dewan Keamanan PBB pada hari Selasa, Duta Besar Suriah untuk PBB Bashar Ja’afari mengatakan bahwa Jabhat al-Nusra dan kelompok teroris yang berafiliasi dengannya sedang mempersiapkan penggunaan senjata kimia terhadap warga sipil di Idlib, jelang operasi kontra-terorisme besar yang akan datang oleh tentara Suriah.

Negara-negara Barat, yang mendukung kelompok teroris yang beroperasi di Suriah, akan menggunakan serangan kimia sebagai dalih untuk meluncurkan serangan terhadap target-target militer pemerintah, tambahnya.

Ja’afari juga menekankan bahwa setiap agresi terhadap Suriah merupakan tindakan agresi terhadap perdamaian dan keamanan regional serta internasional, sebagai upaya untuk mendukung terorisme dan melemahkan upaya untuk memeranginya.

Negara-negara Barat seperti AS, Perancis dan Inggris, katanya, menggunakan “operasi bendera palsu dan White Helmets” melancarkan serangan kimia baru untuk menghalangi proses politik dan membenarkan agresi mereka terhadap Suriah, katanya.

BacaWhite Helmets Kawal Pengiriman Besar Bahan Kimia Beracun ke Teroris di Idlib.

Utusan Suriah lebih lanjut meminta negara-negara yang mampu mempengaruhi teroris untuk mencegah agen mereka mengambil tindakan terhadap rakyat Suriah.

Selain itu pada hari Selasa, Duta Besar Rusia untuk PBB Vasily Nebenzya mengatakan kepada Dewan Keamanan bahwa White Helmets telah memindahkan dua kontainer gas beracun ke Idlib, di mana mereka sudah memiliki delapan kontainer, dengan maksud untuk menggunakannya terhadap warga sipil dan membenarkan serangan baru Washington, London dan Paris.

“Kami sangat prihatin terhadap peringatan dari mitra Barat kami tentang kemungkinan penggunaan senjata kimia oleh Suriah – sebagaimana mereka menyebutnya dalam operasi di Douma – Kami menganggapnya sebagai undangan kepada kelompok pemberontak bersenjata untuk melancarkan serangan kimia lainnya seperti yang mereka lakukan di Ghouta Timur dan Douma pada awal April atau Khan Shaykhun, sebagai dalih serangan militer terhadap Suriah. Kami melihat persiapan ini, kami melihat pembangunan militer dan kami memperingatkannya,” katanya.

Nebenzya juga memperkirakan bahwa teroris Takfiri menahan lebih dari dua juta orang sebagai sandera di Idlib dan mencegah mereka meninggalkan provinsi tersebut. [ARN]

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: