NewsTicker

Unit Rudal Yaman Lancarkan Serangan Balasan Pasca Serangan Fatal Saudi

JIZAN – Tentara Yaman pada hari Jum’at (03/08) menembakkan dua rudal balistik Zilzal 1, terhadap pertemuan para milisi bayaran koalisi Saudi di provinsi Jizan.

Pejabat militer mengatakan kepada YemenExtra bahwa rudal tersebut menghantam kelompok tentara bayaran Saudi itu di daerah Majazah.

Selain itu, psukan Yaman juga menembakkan rudal balistik pada pertemuan para milisi bayaran koalisi di provinsi Jizan.

“Rudal Zilzal menghantam kelompok-kelompok (milisi Saudi) di daerah Malhamah, menghantam target secara langsung,” tambah pejabat itu.

Baca: KEJI! Ratusan Orang Tewas dan Terluka dalam Pembantaian Terbaru Saudi di Hodeida

Unit Rudal Pasukan militer Yaman, hari Jum’at kemarin juga, menembakkan rudal ke arah pertemuan para milisi bayaran Saudi di provinsi Bayda, mencapai sasarannya tepat di persimpangan Natea, dan menyebabkan banyak korban di pihak koalisi.

Pada hari Kamis, pasca serangan di Hodeidah, tentara Yaman juga melakukan serangan balasan merekadengan menembakkan rudal balistik, Zilzal-3, ke pertemuan tentara Saudi di selatan provinsi Jizan di Saudi, menargetkan pertemuan mereka di timur gunung Dood.

Pada hari Kamis (02/08), koalisi Saudi melancarkan serangkaian serangan brutal ke sebuah pasar rakyat dan rumah sakit di Hodeidah, menyebabkan lebih dari 185 kematian dan luka-luka.

Baca: Houthi: Rudal Yaman Mampu Serang Pelabuhan Negara-negara Anggota Koalisi Saudi

Arab Saudi dan koalisinya mulai melancarkan perang terhadap negara termiskin di semenanjung Arab itu pada Maret 2015, untuk menginstal ulang pemerintahan Mansour Hadi, sekutu dekat Riyadh, dan menghancurkan gerakan Houthi Ansarullah.

Sejauh ini koalisi Saudi gagal mencapai tujuannya di Yaman namun terus membombardir wilayah-wilayah sipil dengan serangan udara, menimbulkan banyak kematian dan luka-luka di kalangan sipil.

Kementerian Hak Asasi Manusia Yaman mengumumkan dalam sebuah pernyataan pada 25 Maret bahwa perang telah menyebabkan 600.000 warga sipil tewas dan terluka hingga saat itu. Perang dan blokade yang menyertainya juga telah menyebabkan kelaparan di Yaman.

Organisasi-organisasi kemanusiaan telah memperingatkan bahwa operasi Hodeidah mengancam untuk memutus pasokan penting bagi jutaan warga Yaman. Lebih dari 70 persen impor Yaman melewati dermaga Hodeidah.

Koalisi mengklaim Houthi menggunakan Hudaydah untuk pengiriman senjata, sebuah tuduhan yang ditolak oleh pejuang Ansarullah. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: