News Ticker

Qatar Kecam Upaya UEA Mata-matai Para Pejabat Teluk Persia

DOHA – Pada hari Jumat (31/08), sebuah sumber resmi di Kementerian Luar Negeri Qatar mengutuk upaya UEA untuk memata-matai para pejabat negara-negara Teluk Persia dan meminta pihak yang mengembangkan perangkat pengintai untuk mematuhi hukum internasional.

Ia juga mendesak masyarakat internasional agar mengatur kegiatan digital sehingga tidak berubah menjadi tempat berkembang biak bagi spionase.

“Penyataan ini mencerminkan masalah serius yang dihadapi para pembuat kebijakan luar negeri di Abu Dhabi. Hal ini menimbulkan beberapa pertanyaan tentang akar krisis Teluk Persia yang sedang berlangsung,” kata sumber itu dalam sebuah pernyataan kepada Qatar News Agency (QNA).

Baca: UEA Mata-matai Emir Qatar dan Tokoh Lain Gunakan Perangkat Pengintai Israel

“Krisis Teluk Persia saat ini dimulai dengan peretasan Kantor Berita Qatar (QNA) dan hari ini laporan media ini menunjukkan bahwa rangkaian pelanggaran diawali dengan peretasan QNA dan masih berlanjut.”

Juni lalu, Arab Saudi, Mesir, Bahrain, dan UEA memberlakukan blokade darat, laut dan udara terhadap Qatar yang bergantung pada impor, menuduh Doha mendukung terorisme, sebuah tuduhan yang dibantah keras oleh Doha.

Blok yang dipimpin Saudi itu mengajukan sejumlah daftar tuntutan kepada Qatar dan memberikan ultimatum untuk mematuhi mereka atau menghadapi konsekuensi.

Baca: Moskow: Klaim Inggris soal Mantan Mata-mata Rusia hanya Pertunjukan Sirkus

Doha, bagaimanapun, menolak untuk memenuhi tuntutan dan menekankan bahwa Qatar tidak akan meninggalkan kebijakan luar negerinya yang independen.

Secara terpisah pada hari Jumat, sumber yang akrab dengan tuntutan hukum, mengatakan kepada The Daily Star bahwa kasus-kasus terkait peretasan dimaksudkan untuk mengekspos pelanggaran hak yang dilakukan oleh perusahaan Israel.

“Kami meminta perintah untuk menghentikan perusahaan ini dan semua afiliasinya dari menjual produk ini ke negara-negara tertentu,” katanya. “Mereka [perusahaan spyware] mengatakan bahwa mereka hanya menjual sistem, tetapi ada bukti keterlibatan lebih lanjut.” (ARN)

Iklan
  • Kisah Gus Mus
  • Ilustrasi Polisi Indonesia
  • BTP Menjawab
  • Kisah Sejati Habibie dan Ainun
  • Fatwa MUI Jatim
  • Teddy Gusnaidi “Agnes Monica, Diantara ISIS dan Hizbut Tahrir”
  • Irma Suryani Chaniago VS Rocky Gerung
  • Gerombolan Radikal

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: