Arab Saudi

Analis Politik: Dengan Bantuan Israel ,Saudi Berlakukan Skenario Gaza di Yaman

YAMAN – Analis politik Dr.Saeb Shaath mengatakan bahwa Arab Saudi telah melakukan genosida dalam perangnya di Yaman dengan meminta bantuan militer Israel untuk melatih tentara mereka, dimana kemudian pihak Zionis melatih tentara Saudi dengan “taktik Nazi mereka” dan memberlakukan skenario Gaza di wilayah-wilayah utama Yaman.

“Karena koalisi Saudi dan tentara bayarannya tidak memiliki keahlian melakukan peperangan perkotaan atau peperangan asimetris; mereka menggunakan kekuatan udara yang ekstensif, dengan serangan intens, menargetkan infrastruktur sipil, rumah sakit, sekolah dan daerah pemukiman. Kampanye udara yang dirancang untuk menciptakan kehancuran maksimum dan membuat kelaparan agar seluruh rakyat Yaman menjadi tunduk,” ungkap Dr. Shaath.

“Satu-satunya deskripsi yang pas untuk perang brutal agresi di Yaman adalah ‘genosida’. Saat ini ada 20 juta orang di Yaman yang terancam kelaparan akibat blokade 3 setengah tahun yang panjang dan serangan militer oleh AS, koalisi Saudi-Emirat dukungan barat di kota pelabuhan Hodeida, titik masuk untuk 85-90 persen dari semua makanan dan persediaan medis ke Yaman,” tambahnya.

Dr. Shaath, dalam wawancara pers dengan FNA, mengatakan bahwa pasukan Saudi, yang dilatih oleh Israel, memberlakukan skenario Gaza pada kota-kota Yaman dengan menerapkan blokade darat, laut dan udara yang bertujuan untuk secara kolektif menghukum penduduk sipil guna mengarahkan kemarahan mereka terhadap pasukan perlawanan, yang nantinya akan dituding sebagai penyebab penderitaan mereka. Dan skenario yang gagal diberlakukan di Gaza ini sekarang juga menemui kegagalan di Yaman.

“Perang agresi Saudi di Yaman telah gagal mencapai tujuan utamanya, atau untuk menguasai kota-kota utama disana. Saudi telah menyewa Jenderal-jenderal militer Israel dan melakukan taktik Nazi mereka. Mereka melatih pasukan Saudi dan menyebarkan skenario Gaza di wilayah utama Yaman, memaksakan blokade darat, laut dan udara, menimbulkan kelaparan, untuk menciptakan genosida secara perlahan, guna menundukkan rakyat Yaman melalui hukuman kolektif ini, yang bertujuan untuk mengarahkan kemarahan rakyat terhadap Houthi dan tentara Yaman, agar disalahkan atas kesulitan yang terjadi, namun mereka telah gagal untuk mengalahkan warga Gaza dan sekarang gagal di Yaman,” katanya.

Mengomentari penjualan senjata Inggris ke Arab Saudi, analis itu mengatakan bahwa pemerintah Inggris menganggap perang Saudi di Yaman sebagai peluang untuk menghasilkan uang dan negara Arab yang miskin itu juga sekaligus bisa menjadi tempat untuk uji coba persenjataan mereka.

Dr. Saeb Shaath adalah seorang penulis, seorang ahli politik Timur Tengah dan mantan diplomat Palestina. Saat ini ia adalah ketua organisasi Bantuan Palestina dan salah satu pendiri Peta Irlandia (Bantuan Medis untuk Palestina), yang dikatakan memiliki dampak yang sangat baik pada peningkatan fasilitas kesehatan Palestina di Gaza. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: