Headline News

Dokumen Rahasia Ungkap PBB Sengaja Tahan Bantuan untuk Rekonstruksi Suriah

NEW YORK – Sebuah dokumen internal PBB yang bocor ke media mengungkap bahwa organisasi dunia itu tidak akan memberikan bantuan kemanusiaan kepada negara Suriah yang dilanda perang sampai ada kesepakatan mengenai “transisi politik”. PBB sebelumnya membantah adanya arahan semacam itu.

‘Arahan rahasia’ PBB tentang Suriah itu diterbitkan oleh surat kabar Rusia Kommersant pada hari Minggu (02/09). Dokumen dua halaman, tertanggal Oktober 2017 itu, menjabarkan kerangka kerja untuk “semua aktor PBB” yang beroperasi di Suriah “guna memastikan dukungan dan bantuan diberikan kepada mereka yang membutuhkan di semua wilayah Suriah”, namun dalam kondisi tertentu.

Menurut file yang bocor tersebut, PBB “akan siap memfasilitasi rekonstruksi” di Suriah begitu ada “transisi politik yang murni dan inklusif yang dinegosiasikan oleh para pihak.” Frasa ini disorot dalam teks.

Baca: Lavrov Tekankan Pentingnya Bantuan untuk Rekonstruksi Suriah

Kekhawatiran tentang PBB yang menahan bantuannya dalam rekonstruksi pasca-perang dengan dikaitkan pada proses politik di Suriah sebelumnya pernah disuarakan oleh Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov. Berbicara di sebuah acara pers dua minggu lalu, Lavrov mengatakan bahwa “arahan rahasia,” yang melarang badan-badan PBB untuk berpartisipasi dalam pemulihan ekonomi Suriah, telah dikeluarkan oleh Sekretariat PBB Oktober lalu.

Menlu Rusia itu menjelaskan bahwa ia pertama kali menduga bahwa arahan seperti itu mungkin ada di dalam PBB setelah UNESCO menolak permohonan banding Moskow untuk membantu memulihkan situs Warisan Dunia yang sebagian rusak di kota kuno Palmyra yang porak-poranda.

Baca: Lavrov Kritik PBB Yang Percaya Pada Laporan Palsu

Menurut sumber Kommersant sendiri, dokumen yang bocor itu awalnya ditulis oleh mantan diplomat AS Jeffrey Feltman, yang sekarang melayani sebagai sekretaris jenderal PBB untuk urusan politik. PBB, sementara itu, telah membantah bahwa dokumen semacam itu pernah ada. “Tidak ada ‘arahan rahasia’ yang dikeluarkan oleh departemen mana pun di PBB,” kata Stephane Dujarric, juru bicara sekretaris jenderal, kepada kantor berita TASS pada saat itu. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: