NewsTicker

Persatuan Ulama Internasional Kecam Arab Saudi atas Hukuman Mati untuk Shaikh Al-Awdah

DOHA – Sebuah organisasi persatuan ulama Muslim internasional yang bermarkas di Qatar mengutuk Arab Saudi atas upaya kerajaan untuk mengeksekusi seorang pengkhotbah senior Muslim sebagai bagian dari tindakan brutal yang dipimpin oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman terhadap intelektual dan pembangkang politik di kerajaan kaya minyak konservatif tersebut.

“Apa yang terjadi di Arab Saudi adalah aneh dan tidak bisa dipercaya, karena kerajaan menangkap dan menuntut ulama-ulama Muslim,” ujar Ali al-Qaradaghi, Sekretaris Jenderal International Union of Muslim Scholars (IUMS), sebagaimana dikutip media pan-Arab, al-Araby al-Jadeed.

“Kami tidak lagi terkejut dengan tuduhan apa pun terhadap Sheikh Salman Awdah,” tambahnya, menekankan bahwa IUMS mengecam keras penindasan Saudi yang sedang dilangsungkan terhadap para ulama.

Baca: Ulama Saudi Syaikh Salman al-Audah Dilarikan ke RS Pasca 5 Bulan Ditahan

Sebelumnya, pada hari Selasa, surat kabar Saudi, Okaz, melaporkan bahwa jaksa penuntut umum Saudi telah mengeluarkankan 37 dakwaan terhadap Awdah, dan bahkan menuntut agar ia dieksekusi.

Awdah adalah asisten sekretaris jenderal IUMS, yang oleh rezim Riyadh terdaftar sebagai organisasi teroris.

Pihak berwenang Saudi menahan cendekiawan Muslim terkemuka itu pada 7 September tahun lalu, dan telah menahannya di sel isolasi tanpa tuduhan atau pengadilan sejak itu. Para pejabat telah memberlakukan larangan perjalanan pada anggota keluarganya juga.

Baca: Dianggap Membangkang, Ulama Saudi Sheikh Safar al-Hawali Ditangkap

Seorang anggota keluarga mengatakan kepada Human Rights Watch bahwa ulama terkemuka itu ditahan atas penolakannya untuk mematuhi perintah yang dikeluarkan pemerintah Saudi agar memposting kata-kata tertentu di laman twitternya yang mendukung blokade Saudi dan sekutunya terhadap Qatar. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: