NewsTicker

Rusia: AS Gunakan Bom Fosfor dalam Serangan ke Deir Ezzor

DEIR EZZOR – Bom fosfor telah digunakan oleh pesawat tempur angkatan udara AS untuk melakukan serangan di pemukiman Hajin di provinsi Deir Ezzor Suriah pada 8 September. Kepala Pusat Rekonsiliasi Rusia di Suriah, Vladimir Savchenko, mengatakan hal ini pada hari Minggu (09/09).

“Pada 8 September 2018, dua pesawat tempur F-15 dari angkatan udara AS melancarkan serangan udara di pemukiman Hajin dengan menggunakan bom fosfor. Serangan udara tersebut telah menyebabkan kebakaran besar. Informasi tentang korban dan kerusakan sedang diverifikasi,” katanya sebagaimana dikutip TASS, Minggu (09/09).

Baca: Koalisi AS Kembali Jatuhkan Bom Fosfor Putih ke Suriah

Pusat rekonsiliasi Rusia memperingatkan bahwa penggunaan amunisi yang mengandung fosfor kuning dilarang oleh protokol tambahan menurut Konvensi Jenewa 1949.

Menurut Savchenko, selama sehari kemarin petugas dari Pusat Rekonsiliasi Rusia di Suriah melakukan dua operasi kemanusiaan di permukiman Marran di Aleppo dan al-Sawara di Daraa. Sebanyak 740 tas dengan makanan dengan berat keseluruhan 3,19 ton didistribusikan di antara warga sipil. Sebanyak 450 anak sekolah menerima seragam sekolah dan ransel dengan peralatan sekolah. Satu ton roti yang baru dipanggang dikirim ke pemukiman Marran.

“Bantuan kemanusiaan juga dikirim ke keluarga 15 tentara Suriah yang terbunuh di Shaiban, Pasha, Sheikh Fars, al-Qasidiya, Sheikh Hoder dan lingkungan al-Sahur di Aleppo,” katanya.

Baca: 4 Ton Bantuan Rusia Didistribusikan di Rumah Sakit Universitas Aleppo

Selain itu, sebanyak 241 warga Suriah, termasuk 119 anak-anak, menerima bantuan medis dari dokter militer Rusia di hari yang sama.

“Pusat rekonsiliasi Rusia mencatat semakin banyak pelanggaran gencatan senjata oleh kelompok-kelompok bersenjata ilegal di Latakia dan Hama dan di lingkungan barat daya Aleppo. “Selain itu, pemukiman Tadef di Aleppo berada di bawah penembakan dari posisi Tentara Pembebasan Suriah yang ditempatkan di sebuah wilayah dekat kota al-Bab yang dikendalikan oleh kelompok pro-Turki,” kata jenderal Rusia itu.

Pusat rekonsiliasi Rusia

Pusat rekonsiliasi Rusia terus memenuhi tugas yang diberikan setelah selesainya kampanye militer di Suriah. Petugas pusat secara teratur berkeliling di sekitar daerah-daerah yang dibebaskan di negara itu untuk menilai situasi kemanusiaan. Upaya utama militer Rusia sekarang difokuskan pada bantuan kepada para pengungsi yang kembali ke rumah mereka dan evakuasi warga sipil dari zona de-eskalasi. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: