News Ticker

Takut Berakibat Perang, Pentagon Sempat Hentikan Cuitan Trump

WASHINGTON – Pentagon akhirnya harus campur tangan dan menghentikan cuitan Presiden AS Donald Trump sebelum postingan twitter orang nomor satu di AS itu bisa ditafsirkan sebagai tantangan perang oleh Korea Utara. Seorang wartawan veteran yang telah menulis sebuah buku tentang presiden mengungkap hal ini.

Bob Woodward dalam sebuah wawancara dengan CBS menyebut bahwa Trump rupanya telah menulis sebuah cuitan bahwa Washington akan menarik tanggungannya dari Korea Selatan, menandakan akan segera terjadi perang untuk menggulingkan Pyongyang.

Baca: Analis: Provokasi Trump Paksa Korut Percepat Pengembangan Rudal Nuklir

Woodward, yang buku barunya “Fear: Trump in the White House” telah terbit, menggambarkan insiden itu dalam wawancaranya dengan CBS, sebagai momen paling berbahaya dalam kebuntuan nuklir Trump dengan Korea Utara.

“Ia menulis tweet yang mengatakan ‘Kami akan menarik tanggungan kami dari Korea Selatan, anggota keluarga dari 28.000 orang di sana,'” kata Woodward pada “CBS Sunday Morning,” mengacu pada keluarga pasukan AS yang ditempatkan di semenanjung Korea.

Pada saat itu, ada rasa ketakutan yang mendalam dalam kepemimpinan Pentagon yang menyebut bahwa, ‘Oh Tuhan, satu tweet dan kita mendapat informasi yang dapat dipercaya bahwa Korea Utara akan membaca ini sebagai’ tanda serangan sudah dekat.”

Baca: Analis: Gara-gara Ancaman ke Korut, Trump Hadapi Perpecahan di Pemerintahannya

Menurut CBS, Tweet itu tidak pernah dikirim karena pesan backchannel dari Korea Utara dimana mereka akan melihatnya sebagai tanda bahwa AS bersiap menyerang.

Ketegangan AS dengan Korea Utara mungkin telah mereda sejak Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un bertemu di Singapura 12 Juni 2018, tapi apa yang terjadi sebelumnya antara dua negara bersenjata nuklir itu, termasuk ancaman Trump pada 19 September 2017 untuk “menghancurkan Korea Utara”, telah membuat ketegangan melonjak.

Dalam bukunya, Woodward menggambarkan presiden AS itu sebagai orang yang tidak tahu apa-apa dan impulsif terhadap titik kecerobohan, dengan pembantu Gedung Putih kadang-kadang harus mengeluarkan beberapa dokumen dari mejanya agar ia tidak mengambil tindakan terburu-buru.

Woodward menggambarkan situasi itu sebagai “kudeta administratif” menggemakan pengakuan pejabat administrasi senior yang berbicara dalam New York Times baru-baru ini, tentang “perlawanan yang tenang” terhadap Trump.

Baca: Komentator Politik AS: Trump akan Bunuh Kita Semua

Ditanya apa yang dapat ia simpulkan, Woodward mengatakan kepada CBS: “Bahwa orang-orang lebih baik bangun untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.”

Komentar Woodward ini disampaikan saat Korea Utara menandai peringatan 70 tahun berdirinya negara itu dengan upacara besar-besaran dan parade militer dengan tidak memamerkan rudal balistik antarbenua dalam parade tersebut. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: