Headline News

Mengapa Simpatisan Gulen Melarikan Diri dari Rezim Erdogan, Ini Kisahnya!

ANKARA – Jurnalis Washington D.C. Mahir Zeynalov, yang menjadi korban penindasan Erdogan, menjelaskan dalam tweet-nya mengapa simpatisan Gulen meninggalkan Turki dengan mempertaruhkan nyawa dan kehidupan anak-anak mereka. Di bawah ini adalah penjelasannya:

Ada alasan mengapa orang Turki berisiko mati untuk melarikan diri dengan bayi mereka. Bukan karena mereka mencari kehidupan yang lebih baik. Mereka melarikan diri dari penyiksaan dan penjara seumur hidup.

Mereka bukan kriminal. Mereka adalah guru, dokter, spesialis IT, wartawan, profesor. Wanita, lanjut usia, bayi. Semuanya dilarang bekerja di birokrasi, universitas, surat kabar, toko roti mereka ditutup.

Nama mereka (hampir 200.000) secara terbuka diterbitkan dalam Gazzette sebagai teroris sehingga tidak ada yang akan memberi mereka pekerjaan. Beberapa majikan mengeksploitasi tenaga kerja mereka dengan gaji yang 10 kali lebih rendah dari rata-rata.

Bahkan tiga bayi yang meninggal kemarin ditolak mobil pemakaman karena mereka “teroris.”

Bahkan Menteri Kehakiman Turki mengatakan dibersihkan atau dipecat dari pekerjaan bukan berarti bahwa orang-orang ini adalah penjahat.

Korban pembersihan paska kudeta di Turki melancarkan pertempuran hukum yang menyakitkan, sampai ke pengadilan tingkat atas, semua ditolak.

Kemudian mereka memutuskan untuk pergi ke Pengadilan Eropa. Pengadilan di Strasbourg mengatakan “pulang ke rumah. Anda dapat mencari solusi hukum di Turki.” Kembali ditolak.

Tidak ada pekerjaan di Turki. Benar-benar masuk daftar hitam. Jika Anda beruntung, Anda tidak akan dipenjara. Pemerintah juga melarang para korban ini bepergian ke luar negeri dan menyita paspor mereka.

Pilihan apa yang mereka miliki? Dapatkan perahu kecil, tinggalkan Turki menuju Yunani, meskipun kematian taruhannya. [ARN]

Sumber: Hizmet News.

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: