Eropa

Teroris Ancam Erdogan Kuasai Wilayah Turki Jika Tarik Dukungannya

SURIAH – Kelompok-kelompok teroris yang menduduki Idlib, telah memperingatkan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, bahwa mereka akan menyerang dan menduduki wilayah Turki, jika Ankara menarik dukungan atas mereka.

Saluran berita al-Mayadeen melaporkan pada hari Rabu bahwa seorang komandan terkenal teroris di utara Idlib, dekat perbatasan Turki, telah memperingatkan Erdogan bahwa mereka akan menguasai kota Reihaniyeh di Turki dalam waktu 2 jam jika ia “menjual Idlib” dan berhenti dari mendukung mereka.

Para teroris yang telah dipindahkan dari Ghouta Timur Damaskus ke Idlib sekarang memperingatkan bahwa para militan akan melewati tembok-tembok semen yang dibangun di perbatasan dan memasuki wilayah Reihaniyeh dengan menggali terowongan.

BacaTentara Ankara Pungut Biaya 10.000 Dolar untuk Izinkan Teroris Idlib Lari ke Turki.

Berita itu muncul setelah outlet media melaporkan pada hari Selasa bahwa Tahrir al-Sham Hay’at atau Jabhat Al-Nusra membayar 10.000 dolar kepada setiap penjaga perbatasan Turki, untuk dapat meninggalkan Idlib ke tanah Turki.

Harian berbahasa Arab al-Watan mengutip sumber-sumber lokal di daerah perbatasan Darkoush, Salqin dan Khirbet al-Joz, provinsi Idlib, bahwa penjaga perbatasan Turki baku tembak dengan teroris yang mencoba melarikan diri Idlib ke wilayah Turki.

Harian itu lebih lanjut mengatakan bahwa pertempuran meletus ketika para teroris Tahrir al-Sham sedang tawar-menawar untuk menurunkan jumlah uang yang diminta oleh para penjaga Turki untuk membiarkan para militan melarikan diri dari Idlib ke Turki.

Laporan itu lebih lanjut menekankan bentrokan antara penjaga perbatasan Turki dan teroris dalam dua hari terakhir, dan menambahkan bahwa komandan Tahrir al-Sham sejauh ini belum setuju untuk membayar jumlah yang diminta oleh penjaga perbatasan untuk memasuki Turki.

Sumber-sumber lapangan di Jisr al-Shughour di barat Idlib, mengungkapkan bahwa penjaga perbatasan telah menuntut Tahrir al-Sham untuk membayar 10.000 dolar untuk mendapatkan izin menyeberangi perbatasan, sementara kelompok lain seperti al-Tahrir al-Wataniyeh Front hanya membayar $ 5.000 untuk izin yang sama. [ARN]

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: