News Ticker

UNICEF: Perang Jadikan Anak-anak Yaman Tinggal dalam Neraka Hidup

SANA’A – Seorang wakil Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) mengatakan bahwa konflik yang sedang berlangsung di Yaman telah membuat negara Arab miskin menjadi “neraka hidup” bagi anak-anak.

Meritxell Relano mengatakan pada hari Kamis bahwa lebih dari 11 juta anak-anak menghadapi ancaman kekurangan makanan, penyakit, pengungsian dan kurangnya akses mendapat layanan sosial dasar.

“Konflik telah membuat Yaman menjadi neraka hidup bagi anak-anak disana,” kata Relano, menambahkan, “Diperkirakan 1,8 juta anak-anak kekurangan gizi di negara ini. Hampir 400.000 dari mereka mengalami kekurangan gizi akut dan mereka berjuang untuk kehidupan mereka setiap hari. ”

Menurut Relano, UNICEF telah memberikan lebih dari 244.000 anak-anak gizi buruk dengan pengobatan terapeutik sejak awal 2018, di samping perawatan mikronutrien kepada lebih dari 317.000 balita.

“Situasi keluarga tanpa pekerjaan, tanpa penghasilan dan di tengah perang, adalah bencana besar,” katanya.

Sebelumnya, Koordinator kemanusiaan PBB, Lise Grande mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa korban jiwa dan dampak kemanusiaan dari konflik tidak dapat dibenarkan.

“Pihak-pihak dalam konflik berkewajiban untuk melakukan segala hal yang mungkin untuk melindungi warga sipil dan infrastruktur sipil dan memastikan orang-orang memiliki akses ke bantuan yang mereka berhak dan butuhkan untuk bertahan hidup,” kata pernyataan itu.

Menurut laporan media, dokter merawat balita-balita dengan tulang rusuk yang menonjol dan tubuh yang nyaris hanya tinggal tulang berbalut kulit di bangsal malnutrisi di sebuah rumah sakit di ibukota Yaman, Sana’a.

Dua puluh anak, sebagian besar berusia di bawah dua tahun yang dirawat di bangsal Rumah Sakit Sabeen adalah di antara ribuan anak-anak yang menderita gizi buruk parah di negara miskin itu.

Pada pertengahan November tahun lalu, badan amal internasional Save the Children memperingatkan bahwa lebih dari 500.000 anak-anak di Yaman diperkirakan akan meninggal pada akhir tahun sebagai akibat dari penyakit dan kelaparan yang disebabkan oleh perang yang tiada henti di negara itu.

Dalam aksi agresi terbaru terhadap anak-anak, serangan oleh Arab Saudi menewaskan 40 anak-anak berusia enam hingga 11 tahun yang sedang dalam perjalanan sekolah. Sebelas orang dewasa juga meninggal dalam insiden tersebut. Pihak berwenang setempat mengatakan bahwa 79 orang terluka, 56 di antaranya anak-anak. (ARN)

About ArrahmahNews (16312 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: