Iklan
News Ticker

Legislator Irak: Keberadaan Konsulat AS di Basra Bahayakan Kedaulatan Negara

BAGHDAD – Seorang anggota parlemen Irak mengatakan bahwa AS harus bertanggung jawab atas kerusuhan baru-baru ini di Basra, memperingatkan bahwa kehadiran konsulat Amerika di kota kaya minyak itu membahayakan keamanan dan kedaulatan Irak.

Intisar Hassan al-Musawi mengatakan bahwa “konsulat AS dan beberapa organisasi masyarakat sipil” berada di belakang kekerasan Basra, yang menyebabkan sedikitnya 13 orang tewas dan lusinan lainnya terluka, demikian dilaporkan oleh saluran NRT Kurdi.

“Konsulat AS di Basra merupakan ancaman terhadap keamanan dan kedaulatan negara,” tambahnya.

Awal bulan ini, Basra diguncang oleh protes mematikan selama beberapa hari. Demonstrasi berubah buruk pada tanggal 7 September ketika sekelompok penyerang bertopeng menyerbu gedung-gedung pemerintah dan kantor-kantor partai politik dan membakarnya.

Baca: Komandan Militer: AS Provokasi Teroris di Kurdistan Irak untuk Serang Iran

Konsulat Iran dan kantor Hashd al-Sha’abi di provinsi itu termasuk di antara tempat-tempat yang terkena sasaran.

Musawi, dari aliansi Fatah (Penaklukan) yang menempati urutan kedua dalam pemilihan parlemen bulan Mei, menekankan bahwa konsulat AS bertanggung jawab atas serangan terhadap kantor Hashd al-Sha’abi.

“Kehadiran konsulat AS di Basra adalah bahaya bagi provinsi itu karena badan itu secara langsung bertanggung jawab membakar kantor-kantor Hashd al-Sha’abi,” katanya.

Kerusuhan di Basra mendidih di tengah kemarahan publik atas korupsi endemik, keruntuhan infrastruktur, layanan publik yang buruk, tingkat kemiskinan tinggi, pengangguran melonjak, kontaminasi air dan kekurangan listrik.

Beberapa pejabat Irak mengatakan bahwa AS telah menghasut kekerasan Basra dalam upaya untuk menabur perpecahan di antara partai-partai politik.

Baca: Pejabat Irak: AS, ISIS, dan Simpatisan Partai Ba’ath Dibelakang Kerusuhan Basrah

Gedung Putih mengatakan dalam sebuah pernyataan kemudian bahwa ia akan meminta Teheran bertanggung jawab jika konsulatnya di Basra dan kedutaan Baghdad diserang.

Ini menarik reaksi dari Republik Islam Iran yang menolak tuduhan yang digambarkan sebagai tuduhan mengejutkan, provokatif dan tidak bertanggung jawab,” menekankan bahwa Washington tidak dapat menutupi keterlibatannya dalam mengobarkan ketegangan di Irak dengan menyalahkan orang lain.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Qassemi menekankan bahwa kerusuhan baru-baru ini di Irak adalah hasil dari kebijakan AS baik secara rahasia atau terang-terangan, untuk mendukung kelompok yang mempromosikan dan menyebarkan kekerasan dan ekstremisme.” (ARN)

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: