Iklan
News Ticker

Donetsk: Pembunuhan Pemimpin Donbass Dilakukan atas Bantuan Intelijen Barat

DONETSK – Pembunuhan Aleksandr Zakharchenko, pemimpin Republik Rakyat Donetsk dilakukan dengan bantuan layanan intelijen barat. Hal ini disampaikan pejabat pelaksana tugas pemimpin republik tersebut.

“Satu orang telah ditahan sebagai bagian dari penyelidikan atas pembunuhan Aleksandr Zakharchenko,” kata PLT Republik Rakyat Donetsk (DPR), Denis Pushilin, pada hari Sabtu (15/09) sebagaimana dikutip RT.

Pushilin menyatakan bahwa orang yang ditahan itu adalah agen dari Dinas Keamanan Ukraina (SBU)”, menambahkan bahwa SBU terlibat dalam pembunuhan Zakharchenko. Para penyelidik DPR menganalisis sisa-sisa alat peledak yang menewaskan Zakharchenko dan mengidentifikasi teknologi yang sebelumnya tidak pernah digunakan oleh SBU.

Baca: Lavrov: Pembunuhan Pemimpin Donbass adalah Provokasi Terang-terangan

“Ini memberi kami pemahaman bahwa serangan teroris tersebut dilakukan dengan bantuan layanan intelijen Barat,” tambahnya.

Sebelumnya pada bulan September, Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) menuduh dinas intelijen Ukraina berada di balik ledakan yang menewaskan Zakharchenko.

Moskow mengutuk pembunuhan pria 42 tahun itu, mengatakan bahwa insiden tersebut dapat membahayakan proses perdamaian di timur negara itu. “Mengingat situasi saat ini, tidak mungkin membicarakan pertemuan terdekat dalam format Normandia seperti yang diinginkan banyak mitra Eropa kami,” kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov. “Ini adalah situasi serius yang harus dianalisis. Kami sedang melakukannya sekarang. ”

Baca: Pemimpin Republik Rakyat Donetsk Tewas dalam Ledakan di Cafe

Zakharchenko terbunuh oleh sebuah ledakan di sebuah kafe di kota Ukraina timur, Donetsk, pada akhir Agustus. Ia telah memimpin DPR sejak November 2014, ketika krisis pecah di Ukraina menyusul kudeta yang menggulingkan Presiden Viktor Yanukovych.

Beberapa jam setelah pembunuhan Zakharchenko, SBU merilis sebuah pernyataan, menolak semua tuduhan keterlibatannya dalam insiden tersebut. Menurut juru bicara layanan tersebut, ledakan itu mungkin disebabkan oleh pertikaian di Republik Donetsk. (ARN)

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: