Keluarga

Jokowi Cerita Dirinya yang Tak Pernah Dikenal Sebelumnya

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang juga bakal calon Presiden RI di Pilpres 2019 bicara soal strategi untuk Pemilu 2019 di depan para caleg DPR Partai Perindo. Jokowi bercerita mengenai dirinya yang pernah tak dikenal orang pada tahun 2004 silam.

Kepada para caleg Perindo tersebut, Jokowi menyinggung soal ‘serangan udara’ yang kerap dilakukan Partai Perindo lewat media.

“Yang saya lihat dari sisi serangan udara, partai Perindo saya kira sudah selesai. Saya kalau tengah malam jam 23.00, jam 24.00, jam 01.00 nyetel di semua channel MNC Group semuanya Perindo semua. Sampai nyanyinya saja saya, istri saya hafal semua. Artinya sisi udara rampung,” kata Jokowi di Gedung iNews Center, Jl Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Senin (17/9/2018).

Namun, kata Jokowi, hal itu belum cukup. Masih ada hal yang harus dilakukan untuk menggaet pemilih, terutama dalam hal dikenal masyarakat.

Jokowi pun mencontohkan dirinya. Dia pernah merasa tak dikenal orang. Namun hal itu dia jawab lewat program yang dia lakukan saat menjadi Wali Kota Solo.

“Tapi ingat, ini belum menyelesaikan. Dari pengalaman yang saya punyai, memang sekarang ini baru ramai diperbincangan yaitu micro targeting, micro campaigning dan micro kanvassing. Ini belum ada, tapi saya sudah lakukan. Sejak 4 tahun lalu.”

Dia juga mengatakan, berjualan produk dengan berjualan politik memiliki kesamaan.

“Jadi saat itu di 2004 ada pilkada pemilihan wali kota, tanya di Solo, kenal nggak yang namanya Jokowi? Nggak ada yang kenal. Nggak ada. Tapi dari pengalaman saya berjualan produk, saya lihat jualan produk sama jualan politik itu mirip,” jelas Jokowi.

Selanjutnya, pidato pembekalan Jokowi kepada caleg Perindo ini berlangsung secara tertutup dari awak media.

Sebelumnya, dalam acara ini Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo mengatakan kepada kadernya agar belajar dari Jokowi. Jokowi adalah orang yang penuh dengan pengalaman, mulai dari tidak dikenal hingga menjadi Presiden RI.

“Saya sampikan kepada mereka bahwa kalau mau belajar yang paling efektif ya dari Bapak Jokowi. Beliau dari pengusaha dan kemudian jadi politisi sebagai Wali Kota Solo, kemudian jadi gubernur dan sekarang jadi Presiden yang kita cintai. Dan kami ingin mendengar dari bapak bagaimana menggeser mungkin dari yang tidak dikenal, kemudian dikenal dan disukai dan menjadi pucuk pimpinan di negeri ini,” kata Hary Tanoe. [ARN]

Sumber: Detik.

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: