News Ticker

Sekjen PBB: Dunia Menuju Tatanan Kacau Balau yang Membingungkan

NEW YORK – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres mengeluarkan pernyataan bahwa dunia saat ini menuju sebuah tatanan yang kacau balau dan semakin membingungkan. Ia mengatakan kepada para pemimpin seluruh dunia bahwa saat ini dunia menderita penyakit serius berupa Trust Deficit Disorder.

Dihadapan 193 anggota Majelis Umum PBB (UNGA), Guterres pada hari Selasa (25/09) menyebut bahwa kepercayaan dalam tatanan global serta di antara negara-negara di dunia berada “pada titik kehancuran”, sehingga kerjasama internasional menjadi lebih sulit.

“Hari ini, tatanan dunia semakin kacau. Hubungan kekuasaan kurang jelas,” kata kepala PBB tersebut.

Baca: VIDEO: Pidato Trump Ditertawakan Para Pemimpin Dunia dalam Sidang Umum PBB

“Hari ini, dengan pergeseran keseimbangan kekuasaan, resiko konfrontasi bisa meningkat,” kata Guterres ketika berbicara pada sesi pembukaan UNGA.

“Tapi hal ini berjalan lebih mendalam … Sebagai penjaga kebaikan bersama, kita juga memiliki tugas untuk mempromosikan dan mendukung sistem multilateral yang diperbaharui, diperbaiki, dan diperkuat,” kata Guterres saat membuka pertemuan diplomatik terbesar di dunia itu.

Guterres memang tidak menyebut nama negara manapun dalam pernyataannya, tapi pernyataan itu ia sampaikan menjelang pidato Presiden AS Donald Trump di majelis yang sama.

Presiden AS kemudian membuka pidatonya dengan menggembar-gemborkan kebijakan domestiknya, termasuk pemotongan pajak dan dorongannya untuk membangun tembok di sepanjang perbatasan AS-Meksiko, sebelum menyuarakan prioritas kebijakan luar negerinya.

Baca: Analis: Trump Ingin PBB Layani Kepentingan AS

Trump menyombongkan bahwa pemerintahannya telah membuat pencapaian “lebih dari hampir semua” pemimpin lain dalam sejarah AS. Ucapan itu kemudian justru ditertawakan oleh para pemimpin dunia yang mendengarkannya.

Dikabarkan bahwa tersebar ketakutan di kalangan diplomat PBB bahwa dunia sedang digiring ke dalam lingkup berebut pengaruh dan kembali ke persaingan kekuatan besar.

Sejak Trump menjabat tahun lalu, Washington telah melanggar banyak perjanjian dan konvensi internasional. Trump telah membatalkan kesepakatan nuklir Iran, yang dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA), perjanjian iklim Paris dan memotong pendanaan untuk PBB. (ARN)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: