News Ticker

Lulus Pelatihan Intensif di Israel, Ratusan Tentara Bayaran UEA Dikerahkan ke Hodeida

Mohammad Dahlan, penasehat Putra Mahkota Mohammed bin Zayed dan mantan pejabat Fatah

WASHINGTON – Sumber yang dekat dengan Komite Intelijen Kongres AS mengungkap bahwa ratusan tentara bayaran Barat yang dibiayai oleh UEA berpartisipasi dalam serangan di provinsi Hodeidah, Yaman, setelah mereka menerima latihan pertempuran intensif di Israel.

Sumber-sumber informasi itu mengatakan kepada Al-Khaleej Online yang dikutip MEMO akhir pekan lalu bahwa: “ratusan tentara bayaran dari berbagai negara mengambil bagian dalam serangan terhadap Hodeidah, dengan tujuan mengambil alih kendali dari Houthi yang telah menunjukkan perlawanan sengit.”

Baca: Analis: Jatuhnya Hodeida Berarti Kendali “Israel” atas Laut Merah

Koalisi Saudi-UAE melancarkan serangan ke provinsi Hodeidah Yaman pada Juni lalu tetapi gagal mencapai tujuannya setelah pasukan penyerang tidak dapat mencapai kemenangan di dalam kota, sementara serangan udara Saudi-UAE justru menewaskan puluhan warga sipil.

Pada pertengahan malam, sekitar seminggu setelah pasukan Saudi digagalkan dari memotong jalan utama yang menghubungkan Hodeidah ke Sanaa, yang merupakan jalur penting untuk memasok Houthi, para pejabat dari koalisi Saudi-UEA mengumumkan dimulainya kembali kampanye merebut pelabuhan dan kota Hodeidah.

Dahlan menjadi ujung tombak

Sumber-sumber AS menegaskan bahwa Mohammed Dahlan, mantan pejabat Fatah yang dituduh terlibat dalam upaya pembunuhan tokoh Hamas, Ismail Haniyeh, dan sekarang menjadi penasihat keamanan untuk Putra Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed, secara pribadi mengawasi pengiriman tentara bayaran itu, yang dipimpin oleh orang-orang Kolombia dan Nepal untuk bekerja kepada UEA di Yaman.

Laporan yang dikutip MEMO itu menyebut bahwa sumber Al-Khaleej Online mengejutkan publik ketika mereka mengungkapkan pembentukan kamp pelatihan rahasia untuk tentara bayaran di gurun Negev, yang terletak di wilayah Palestina yang diduduki Israel pada tahun 1948 setelah kedua belah pihak (UAE dan Israel) setuju untuk itu.

Baca: Pemimpin Houthi: Arab Saudi dan UEA Jalankan Agenda AS di Timur Tengah

Mohammed Dahlan mengunjungi kamp-kamp ini pada lebih dari satu kali untuk memeriksa kemajuan persiapan dan pelatihan yang diterima oleh para tentara bayaran, di bawah pengawasan pribadi perwira tentara pendudukan Israel dan dengan pengetahuan Putra Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed.

Adapun alasan untuk memilih gurun Negev hanya untuk membangun kamp pelatihan tentara bayaran yang setia kepada UEA, sumber mengatakan bahwa “pilihan itu disengaja, karena iklim, lingkungan gurun dan struktur kesukuan yang menjadi ciri gurun Negev sangat mirip dengan situasi di Yaman. ” (ARN)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: