News Ticker

Rouhani: AS Terisolasi Sementara Iran Banjir Dukungan di Sidang Umum PBB

NEW YORK – Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan bahwa keputusan Presiden AS Donald Trump untuk keluar dari kesepakatan nuklir Iran, yang dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA), telah membuat Washington terisolasi sementara mayoritas negara-negara dunia justru mendukung perjanjian bersejarah tersebut.

“Di Majelis Umum PBB, kita menyaksikan bahwa sebagian besar pemimpin dunia mendukung JCPOA sebagai pencapaian diplomatik, yang berarti bahwa AS telah dibiarkan terisolasi,” kata Rouhani pada konferensi pers pada hari Rabu (26/09).

Baca: Kritisi Trump, Macron Minta Negara-negara Dunia Bekerjasama dengan Iran

Ia mencatat bahwa keputusan AS untuk menarik diri dari JCPOA tidak disetujui oleh negara lain.

“Kecuali untuk beberapa negara, yang lain menganggap langkah itu sebagai kesalahan politik,” katanya sebagaimana dikutip Press TV.

Rouhani mengatakan bahwa AS harus memperbaiki kesalahannya atau tetap meneruskan proses yang salah ini.

“Tetapi AS akan belajar dari kesalahannya cepat atau lambat dan akan kembali ke kesepakatan,” katanya.

Kepala eksekutif Iran itu memperingatkan bahwa langkah-langkah AS tidak untuk kepentingan rakyatnya sendiri maupun orang lain.

Baca: VIDEO: Pidato Trump Ditertawakan Para Pemimpin Dunia dalam Sidang Umum PBB

Rouhani mengatakan bahwa Iran berhubungan dengan rekan-rekannya, termasuk Uni Eropa, untuk menemukan cara tetap menjalin transaksi ekonomi dan untuk mendukung perusahaan-perusahaan asing yang melakukan bisnis di negara tersebut.

Ia sekali lagi mengatakan bahwa Iran akan tetap berada dalam kesepakatan selama mendapat keuntungan dari itu.

Rouhani juga menggambarkan bagaimana pada sesi Dewan Keamanan yang diketuai oleh Trump pada Rabu pagi, para pemimpin Inggris dan Perancis, di antara peserta lainnya, justru mendukung kesepakatan nuklir dengan Iran.

“Dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB hari ini, terlihat jelas bahwa AS sendirian. Semua negara di Dewan Keamanan mendukung JCPOA dan mengatakan secara langsung atau tidak langsung bahwa tindakan AS itu salah, ”katanya.

Trump pada Rabu membuka pertemuan Dewan Keamanan PBB, yang awalnya AS katakan akan fokus pada Iran, tetapi kemudian memperluas agenda untuk memasukkan non-proliferasi nuklir dan senjata pemusnah massal. (ARN)

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: