News Ticker

Menlu Austria di PBB: Perang di Suriah atas Nama Minyak

NEW YORK – Suriah adalah korban ketidakstabilan yang diciptakan oleh konflik minyak di Timur Tengah sejak akhir Perang Dunia I, kata Menteri Luar Negeri Austria Karin Kneissl dalam pidatonya di Majelis Umum PBB, New York City pada hari Sabtu.

“Perang baru-baru ini, yang dipaksakan di Timur Tengah, dilakukan atas nama minyak,” kata Kneissl yang telah membuka pidato utama dalam bahasa Arab.

“Sekarang Suriah adalah korban ketidakstabilan yang diciptakan oleh perang ini,” kata menteri luar negeri Austria dalam pidato di PBB.

Dia mengatakan Timur Tengah telah menjadi “bisnis minyak” setelah runtuhnya Kekaisaran Ottoman dan penarikan kembali perbatasan wilayah tersebut.

Kneissl yang berganti-ganti bahasa dalam pidatonya, antara Arab, Prancis, Spanyol dan Inggris, mengkritik otoritas internasional termasuk PBB karena kehilangan efektivitas mereka dalam menangani krisis termasuk Yaman dan Suriah, mengatakan “kita mabuk dengan kata-kata seperti rekonstruksi, stabilisasi, dan konstitusi.”

“Populasi, anak-anak, hanya berusaha untuk bertahan hidup,” ujarnya, ia juga menyuarakan komitmen Austria untuk berkontribusi pada operasi pembersihan ranjau di Suriah dan meningkatkan komitmen kemanusiaannya di Yaman. [ARN]

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: