News Ticker

BeIN Qatar Tuntut Arab Saudi Ganti Rugi 1 Miliar Dolar

DOHA – Penyiaran olahraga raksasa Qatar, beIN Media Group, meluncurkan tindakan hukum terhadap Arab Saudi atas “pembajakan siaran yang disponsori negara” terhadap peristiwa olahraga dengan menuntut ganti rugi lebih dari 1 miliar dolar.

BeIN, yang didirikan oleh penyiaran berita internasional Qatar, Al Jazeera, pada tahun 2012, memegang hak eksklusif untuk menyiarkan turnamen kejuaraan Eropa dan internasional di seluruh kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA).

Namun, jaringan raksasa itu telah dilarang melakukan penyiaran di Arab Saudi pada Juni tahun lalu, ketika Riyadh, bersama dengan tiga sekutu regionalnya, memberlakukan blokade ketat terhadap negara tetangga mereka Qatar, menuduh negara itu mendukung terorisme, sebuah tuduhan yang dibantah keras oleh Doha.

Baca: TV Olahraga Qatar Sebut Miliki Bukti Saudi Berada Dibalik Pembajakan Siarannya

Sejak itu, acara olahraga yang hak eksklusifnya dipegang beIN untuk wilayah MENA telah disiarkan secara luas dan dialirkan secara online di Arab Saudi melalui saluran bajakan, yang dikenal sebagai beoutQ, penyiaran sistem channel-10 ke wilayah MENA di penyedia satelit yang berbasis di Riyadh. ArabSat. Namun, Arab Saudi dan ArabSat sama-sama membantah adanya kaitan dengan BeoutQ.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh BeIN pada hari Senin, Arab Saudi dituduh “secara terang-terangan” melanggar hukum dan norma internasional karena “secara aktif mendukung” beoutQ.

“Sebagai hasil dari tindakan sewenang-wenang dan diskriminatif yang diterapkan oleh Arab Saudi khususnya terhadap beIN, yang juga termasuk proses hukum persaingan tak berdasar, pelecehan berkelanjutan terhadap karyawan beIN dan gangguan acara utama olahraga beIN, beIN telah mengalami kerugian lebih dari 1 miliar dolar AS, yang terus meningkat setiap harinya, ” bunyi pernyataan itu.

Baca: Qatar Kecam Kampanye Busuk Saudi, UEA, Bahrain dan Mesir

BeIN juga mengatakan bahwa mereka akan mencari kompensasi penuh atas kerusakan di bawah kesepakatan Organisasi Kerjasama Islam (OIC) tentang perlindungan investasi di antara negara-negara anggota dan menggunakan aturan arbitrase PBB. (ARN)

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: