NewsTicker

IAEA Tolak Klaim Israel Iran Miliki Gudang Nuklir Rahasia

WINA – Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menolak untuk menerima klaim Israel baru-baru ini bahwa Iran memiliki gudang nuklir rahasia.

Direktur Jenderal IAEA Yukiya Amano dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Selasa (02/10) mengatakan bahwa Badan ini menggunakan semua informasi keamanan relevan yang terkait dengan itu (program nuklir) tetapi tidak menerima informasi dari klaim yang masih sekedar “kelihatannya”.

Meskipun Amano tidak membuat referensi eksplisit untuk klaim Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terhadap Iran tetapi ini adalah pernyataan publik pertamanya sejak pidato perdana menteri.

“Perlu dicatat bahwa di bawah kerangka verifikasi yang ada, Badan ini telah mengirimkan penyidik ke situs-situs dan lokasi-lokasi hanya bila diperlukan,” tambahnya.

Dalam pidatonya pada hari Kamis pada sidang tahunan ke-73 Majelis Umum PBB di New York, Netanyahu sekali lagi menggunakan panggung itu untuk mengeluarkan sandiwara baru terhadap Iran, mengulangi tuduhannya bahwa negara itu sedang mengembangkan senjata nuklir di sebuah Situs “rahasia” ” dan mendesak IAEA untuk memeriksanya.

Amano lebih lanjut menekankan bahwa pekerjaan IAEA yang terkait dengan verifikasi nuklir “harus selalu tidak memihak, faktual, dan profesional,” mengatakan, “Untuk menjaga kredibilitas, independensi badan ini dalam kaitannya dengan pelaksanaan kegiatan verifikasi adalah sangat penting.”

Kepala IAEA itu menambahkan bahwa badan tersebut sedang melakukan verifikasi dan pemantauan komitmen terkait nuklir Iran di bawah perjanjian nuklir 2015, yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), yang ditandatangani Iran dengan beberapa kekuatan utama dunia.

“Kegiatan ini akan terus dilakukan dalam parameter keputusan dan resolusi yang relevan dari Dewan Gubernur IAEA dan Dewan Keamanan PBB yang sesuai,” jelasnya.

Menunjuk ke laporannya kepada Dewan Gubernur IAEA, Amano mencatat bahwa badan tersebut akan melanjutkan evaluasinya mengenai tidak adanya “bahan nuklir dan kegiatan yang tidak diumumkan untuk Iran.”

“Badan ini terus mengevaluasi deklarasi Iran di bawah Protokol Tambahan, dan telah melakukan akses tambahan di bawah Protokol Tambahan untuk semua situs dan lokasi di Iran yang perlu untuk dikunjungi,” kata kepala badan nuklir PBB itu.

Dalam pernyataan pengantar kepada Dewan Gubernur di Wina pada 10 September, Amano mengatakan Iran memenuhi semua komitmennya di bawah kesepakatan nuklir 2015. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: