NewsTicker

Saudi Awasi Aktivis di Kanada Gunakan Perangkat Mata-mata Israel

TORONTO – Arab Saudi telah menggunakan spyware buatan Israel untuk memantau aktivitas online dari aktivis Saudi terkemuka Omar Abdulaziz di Kanada. Penggunaan alat mata-mata Israel ini diungkap pengamat internet Citizen Lab.

Menurut laporan The Canadian Press pada hari Senin (01/10), laboratorium yang berbasis di Universitas Toronto ini mengkonfirmasi penggunaan perangkat lunak kontroversial, yang dikenal sebagai Pegasus, pada aktivis Saudi itu setelah menyadari bahwa ponsel sang aktivis yang berada di Kanada telah melakukan pengecekan ke sebuah server Saudi.

Citizen Lab merilis sebuah studi dua minggu lalu, merinci peningkatan penggunaan spyware di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Baca: UEA Mata-matai Emir Qatar dan Tokoh Lain Gunakan Perangkat Pengintai Israel

Perusahaan pemilik Pegasus, NSO Group, menyebut bahwa program ini hanyalah sarana bagi pemerintah untuk memantau teroris dan kriminal, klaim yang diragukan oleh direktur Citizen Lab, Ron Deibert.

“Apa yang kami temukan dalam penelitian kami adalah bahwa ketika anda melihat cyberwarfare dan cyberespionage saat dipraktekkan, para korban utama adalah masyarakat sipil: jurnalis, pembela hak asasi manusia, aktivis, pengacara,” kata Deibert.

Abdulaziz telah mendesak pemerintah Kanada untuk mengambil tindakan terhadap Saudi, memperingatkan tentang warga negara Kanada yang berpotensi terkena dampak karena program mata-mata ini.

Aktivis ini lebih lanjut mengklaim bahwa beberapa anggota keluarganya ditahan oleh otoritas Saudi dalam tindakan intimidasi ketika aktivis media itu membuat banyak komentar tentang sengketa diplomatik Kanada-Saudi baru-baru ini.

Baca: Militer Lebanon Lumpuhkan Perangkat Mata-mata Israel di Provinsi Selatan

Ketegangan yang sedang berlangsung antara kedua negara itu dipicu pada awal Agustus setelah Menteri Luar Negeri Kanada Chrystia Freeland mendesak kerajaan untuk membebaskan sejumlah aktivis hak-hak sipil yang ditahan.

Pernyataan itu dikecam keras oleh pemerintah Saudi dengan Riyadh membekukan perdagangan baru dengan Ottawa, memblokir impor gandum, mengusir duta besar Kanada dan memerintahkan semua mahasiswa Saudi pulang sebagai pembalasan. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: