News Ticker

India Deportasi 7 Pengungsi Rohingya

RAKHINE – Polisi India telah mengirim tujuh pengungsi Muslim Rohingya ke perbatasan untuk dideportasi setelah mereka melarikan diri dari kekerasan dan penganiayaan di Myanmar.

Petugas polisi senior Bhaskar Jyoti Mahanta mengatakan pada hari Rabu bahwa tujuh orang telah dipenjara sejak 2012 karena masuk secara ilegal dan akan dideportasi pada hari Kamis (04/10).

“Tujuh pria Myanmar akan dideportasi besok,” kata Bhaskar Jyoti Mahanta.

Rakhine Myanmar telah menjadi tempat kekerasan komunal sejak tahun 2012. Banyak umat Islam telah tewas sementara puluhan ribu orang terpaksa melarikan diri sebagai akibat serangan oleh umat Buddha. Para pengungsi sebagian besar tinggal di kamp-kamp dalam kondisi mengerikan.

Baca: PBB: Myanmar Gagal Ciptakan Situasi Kondusif bagi Pemulangan Pengungsi Rohingya

Tahun lalu, pasukan bersenjata Myanmar, yang didukung oleh kelompok ekstrimis Budha, melancarkan kampanye penumpasan yang disponsori negara, terhadap Muslim Rohingya di Rakhine, menggunakan serangkaian serangan terhadap pos-pos militer oleh orang-orang bersenjata yang mereka kaitkan dengan Rohingya sebagai dalih.

Tindakan keras itu, yang digambarkan oleh pejabat hak asasi PBB sebagai contoh nyata pembersihan etnis, telah memaksa lebih dari 700.000 orang Rohingya melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh, di mana mereka berkemah di pusat pengungsi yang penuh sesak dalam kondisi hidup yang mengerikan.

Muslim Rohingya, yang telah tinggal di Negara Bagian Rakhine selama beberapa generasi, ditolak untuk memiliki kewarganegaraan dan dicap sebagai imigran gelap yang berasal dari Bangladesh, oleh pejabat Myanmar.

Aung San Suu Kyi, pemimpin de facto Myanmar dan penerima Hadiah Nobel Perdamaian, telah mendapat kecaman, termasuk dalam laporan terbaru PBB dan oleh organisasi hak asasi manusia terkemuka, karena tetap diam dihadapan kebrutalan kurang ajar militer terhadap komunitas minoritas. (ARN)

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: