News Ticker

Korsel Ungkap Rencana Pecahkan Kebuntuan Negoisasi AS-Korut

NEW YORK – Korea Selatan mengusulkan agar AS menyatakan berakhirnya Perang Korea, sebagaimana permintaan utama Pyongyang, sebagai ganti penutupan semua fasilitas nuklir utama Korea Utara.

Proposal itu diajukan oleh Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Kang Kyung-wha dalam wawancara dengan The Washington Post pada hari Rabu (03/10).

“Apa yang telah diindikasikan Korea Utara adalah bahwa mereka akan secara permanen membongkar fasilitas nuklir mereka di Yongbyon, dimana itu merupakan bagian sangat besar dari program nuklir mereka,” kata diplomat tinggi Korsel itu dalam sebuah diskusi dalam misi Korea Selatan untuk PBB.

“Jika mereka melakukan itu sebagai imbalan tindakan yang sesuai dari Amerika, seperti deklarasi berakhirnya perang, saya pikir itu adalah kemajuan yang besar untuk denuklirisasi,” tambahnya.

Sebagaimana dilaporkan Washington Post, orang-orang terdekat Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton, mengatakan bahwa Presiden Donald Trump mungkin saja tidak mengesampingkan kemungkinan menyatakan mengakhiri perang 1950-1953, yang berakhir dengan gencatan senjata daripada perjanjian damai. Namun, penghasut perang di dalam pemerintahan Trump, terutama Bolton, tampaknya tak bisa diharapkan untuk menyatakan mengakhiri perang karena ketakutan bahwa itu akan memberikan pembenaran bagi Korea Utara dan China untuk menuntut dikeluarkannya 28.500 pasukan AS yang ditempatkan di Korea Selatan.

Sementara itu, masalah penting lainnya yang sejauh ini masih mengalami kemacetan dalam negosiasi antara Washington dan Pyongyang menteri luar negeri Korea Selatan adalah mengenai permintaan negosiator AS untuk inventarisasi senjata nuklir Korea Utara.

Kang pada hari Rabu mengatakan bahwa AS harus menahan permintaan untuk saat ini, dan menerima pembongkaran diverifikasi fasilitas nuklir Yongbyon jika ingin memecah kebuntuan dalam pembicaraannya dengan Korea Utara.

Usulan diplomat Korea Selatan ini disampaikan beberapa hari sebelum kunjungan keempat Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo ke Korea Utara, di mana ia diperkirakan akan membahas pertemuan kedua antara Trump dan Kim Jong-un. (ARN)

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: