News Ticker

UEA Rekrut Ribuan Orang Afrika untuk Berperang di Yaman

ABU DHABI – Uni Emirat Arab (UEA), mitra utama Arab Saudi dalam invasi yang dipimpin Riyadh di Yaman, dilaporkan telah merekrut masyarakat suku dari bagian utara dan tengah Afrika untuk bertempur dalam perang mereka di Yaman.

Perekrutan ini menurut laporan Newnewss pada Rabu (03/10), dilakukan oleh utusan-utusan Emirat yang “merayu” masyarakat suku di berbagai wilayah Afrika yang mencakup Libya selatan serta seluruh Chad dan Niger. Mereka memanfaatkan orang-orang yang ingin mengentaskan diri dari kemiskinan dengan menggiring serta menyelundupkan mereka.

“Kampanye ini diawasi langsung oleh para pejabat Emirat yang memperoleh keuntungan materi melalui kerja sama dengan para pelaku perdagangan manusia,” tambah laporan itu.

Saat ini kampanye kesadaran telah diluncurkan oleh para aktivis Chad, yang dipimpin oleh juru kampanye Mohamed Zain Ibrahim, yang memperingatkan warga suku agar tidak bergabung dengan perang yang dipimpin Saudi.

“Orang-orang Arab di wilayah Teluk [Persia], khususnya Uni Emirat Arab dan Arab Saudi, tidak pernah peduli mengenai nasib orang-orang Arab di padang pasir, dan hari ini mereka meminta dukungan dan merayu mereka untuk bertarung di pihak mereka di Yaman!” ujar Ibrahim.

Utusan-utusan Emirat menawarkan calon tentara bayaran dengan gaji bervariasi mulai 900 hingga 3.000 dolar, di samping memperoleh kewarganegaraan UEA sebagai imbalan atas kesediaan mereka untuk bekerja di perusahaan keamanan Emirat.

Ibrahim mengatakan bahwa lowongan pekerjaan yang ditawarkan oleh para utusan itu sebenarnya adalah “kampanye perekrutan militer guna mengumpulkan tentara bayaran untuk perang Yaman dan menggunakan mereka untuk memerangi orang-orang Yaman, yang juga orang Arab dan Muslim, dan semua itu hanya untuk sekumpulan dolar.”

“Sebuah delegasi orang-orang Emirat dalam bisnis mengunjungi Niger pada Januari 2018, di mana mereka bertemu para pemimpin suku Arab dan merekrut 10.000 masyarakat suku yang hidup antara Libya, Chad, dan Niger.”

Emirates telah berkontribusi besar terhadap perang Yaman sejak 2015 hingga sekarang, yang berusaha untuk menginstal kembali mantan pejabat Yaman, Hadi, sekutu dekat Riyadh.

Selain pasukan mereka sendiri, baik Riyadh dan Abu Dhabi telah mengirim ribuan militan yang mereka rekrut dari negara-negara yang dilanda kekerasan untuk mengintensifkan invasi.

Pihak Emirat mulai meningkatkan kontribusinya pada bulan Juni, ketika koalisi meluncurkan serangan yang banyak dikritik terhadap al-Hodeidah, kota pelabuhan utama Yaman, yang merupakan pintu masuk 70 persen kebutuhan pokok masyarakat negeri tersebut. (ARN)

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: