News Ticker

Mahmoud Abbas Paksa Hamas Serahkan Kendali Jalur Gaza

RAMALLAH – Presiden Otoritas Palestina (PA) Mahmoud Abbas mengatakan kepada Hamas untuk menyerahkan kendali atas Jalur Gaza dengan batas akhir bulan atau “menderita akibatnya.”

Komentar Abbas ini menurut laporan MEMO pada Jum’at (05/10) yang mengutip Jerusalem Post terungkap kemarin dalam sebuah pernyataan yang dibuat oleh seorang pejabat biro kepresidenan PA untuk penyiaran publik Israel, Kan. Komentar itu disampaikan saat membahas putaran pembicaraan gagal lainnya antara Hamas dan PA di Kairo.

Laporan itu menambahkan bahwa “Abbas dilaporkan mengancam penghentian semua dana ke Jalur Gaza jika Hamas menolak” ultimatum itu.

Baca: Militer Israel Klaim Serang 140 Target Strategis Hamas

Sebelumnya Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuduh Presiden Abbas memperparah situasi di Gaza dengan menahan dana. Dalam konferensi pers, Netanyahu mengklaim bahwa “pada tahun lalu Abbas telah membuat situasi di Gaza lebih sulit dengan menekan aliran dana dari Otoritas Palestina ke Gaza.” Netanyahu terus mencela presiden PA itu dengan mengatakan “Abbas telah mencampuri semua upaya PBB untuk meringankan penderitaan di Gaza. Banyak negara yang mengutuknya karena ini, dan memang demikian.”

Komentar Netanyahu ini juga sebenarnya ironis mengingat bahwa Israel juga telah menekan Gaza dengan lebih parah melalui blokade. Sejak 2007 Israel telah memblokade Jalur Gaza melalui darat, udara dan laut, membatasi kebebasan bergerak, perdagangan dan akses ke laut. Blokade ini telah mencekik perekonomian jalur yang dulu berkembang pesat itu, menghancurkan sektor pertaniannya dan menyebabkan tingginya angka pengangguran.

Pemotongan dana yang disebut-sebut oleh Netanyahu dan petugas resmi Otoritas Palestina (PA) itu termasuk penghentian PA atas gaji para narapidana dan pejabat PA. Pada bulan April, karyawan PA di Gaza menemukan bahwa gaji mereka telah dipotong paling sedikit 30 persen, dengan beberapa karyawan mengatakan gaji mereka telah dipotong sebanyak 70 persen. Pada bulan Juni, seorang juru bicara Komisi Tahanan Palestina dan mantan Narapidana, Hassan Abed Rabbo, mengatakan bahwa Menteri Keuangan Palestina telah menghentikan gaji 277 tahanan Palestina tanpa memberikan alasan.

Baca: Ismail Haniyeh: Rekonsiliasi Fatah-Hamas untuk Akhiri Pendudukan Israel

Penghentian gaji dan dana PA tersebut telah ditafsirkan sebagai upaya untuk merebut kendali Gaza dari Hamas, yang mengendalikan daerah kantong pantai tersebut.

Pada bulan Juli, PA menyatakan bahwa setiap bantuan yang dikirim ke Jalur Gaza harus melewati “kementerian Palestina yang sah” di Ramallah, di Tepi Barat, tempat PA berkuasa. Menteri Tenaga Kerja Mamoun Abu Shahla mengatakan bahwa: “Hanya ada satu pemerintahan di Palestina […] Ini adalah Perjanjian Nasional yang diterima oleh semua pihak. Pemerintahan ini adalah satu-satunya yang bertanggung jawab untuk bekerja di Jalur Gaza dan Tepi Barat.”

Ketegangan antara Fatah, yang mendominasi PA, dan Hamas telah meningkat sejak Hamas terpilih untuk memerintah Jalur Gaza pada tahun 2006. Setelah pemilu, Ketua Fatah Abbas menolak untuk mengundurkan diri. Kekerasan pecah antara dua faksi, dan pada 2007 pemerintah persatuan Palestina dinyatakan terpisah dengan Hamas mengambil alih pemerintahan Gaza dan Fatah mempertahankan kendali Tepi Barat. Sampai sekarang kedua pihak gagal mencapai rekonsiliasi yang langgeng. (ARN)

About ArrahmahNews (16659 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

1 Comment on Mahmoud Abbas Paksa Hamas Serahkan Kendali Jalur Gaza

  1. Kok masih ada di indonesia manusia berhati iblis

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: