News Ticker

Tunisia Kembali Perpanjang Status Keadaan Darurat

TUNIS – Otoritas Tunisia pada hari Jumat (05/10) memutuskan untuk memperpanjang status darurat negara itu selama satu bulan tambahan.

Presidensi Republik Tunisia mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dikutip MEMO bahwa Presiden Beji Caid Essebsi telah menerima Menteri Dalam Negeri Tunisia, Hisham Al-Furati, dan Menteri Pertahanan Abdul Karim Al-Zubaidi di istana kepresidenan di Carthage pada hari Jumat.

Pernyataan itu menjelaskan bahwa pertemuan tersebut meninjau situasi keamanan dan militer di negara itu serta kesiapan unit-unit keamanan dan militer yang berbeda untuk melawan terorisme dan memerangi kejahatan terorganisir. Perluasan keadaan darurat akan mulai berlaku pada hari Senin (08/10) mendatang.

Pihak berwenang Tunisia memberlakukan status keadaan darurat untuk pertama kalinya tiga tahun lalu, pada November 2015, menyusul pemboman yang menargetkan bus petugas keamanan presiden di ibukota Tunis, menyebabkan sekitar 30 orang tewas atau cedera. Selanjutnya, keadaan darurat diperpanjang beberapa kali, yang terakhir pada 12 Maret.

Undang-undang status keadaan Darurat memberikan kekuasaan yang luas kepada Menteri Dalam Negeri, termasuk yurisdiksi untuk menempatkan orang-orang di bawah tahanan rumah, melarang pertemuan, memberlakukan jam malam dan memeriksa toko-toko. Keadaan darurat juga memungkinkan untuk mengontrol media, publikasi dan siaran radio, serta pertunjukan sinematik dan teatrikal, tanpa izin sebelumnya dari peradilan. (ARN)

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: