NewsTicker

Pompeo Janjikan Kerjasama dengan Jepang untuk Denuklirisasi Korut

TOKYO – Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan bahwa ia akan berkoordinasi erat dengan Jepang selama pembicaraan denuklirisasi dengan Korea Utara dan berjanji untuk mengangkat isu penculikan warga Jepang dalam pertemuannya di Pyongyang.

Pompeo bertemu Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada hari Sabtu (06/10) jelang kunjungan keempatnya ke Korea Utara, di mana ia akan mencari cara untuk mengatur pertemuan kedua antara Presiden Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un serta menyiapkan jalan untuk kemajuan proses denuklirisasi .

“Kita akan memiliki pandangan yang terkoordinasi penuh dan terpadu mengenai bagaimana untuk bertindak lebih lanjut, apa-apa yang akan diperlukan jika denuklirisasi Korea Utara berhasil,” kata Pompeo kepada Abe. “Kita akan membicarakan masalah korban penculikan juga.”

Baca: Pompeo: AS Tidak Akan Cabut Sanksi atas Korut Sebelum Denuklirisasi

Pompeo juga mengatakan bahwa hubungan antara Jepang dan Amerika Serikat adalah kuat dan bahwa kedua negara berada dalam posisi untuk membuat kemajuan dalam pembicaraan perdagangan.

Meskipun Kim berjanji untuk denuklirisasi Semenanjung Korea, Jepang masih menganggap Korea Utara sebagai “ancaman yang mengerikan,” dan mendorong maju dengan rencana untuk meningkatkan pertahanan rudal balistik dengan baterai Aegis Ashore yang dapat menargetkan hulu ledak itu di ruang angkasa.

Berbicara dari dalam pesawat yang membawanya pada hari Jumat, Pompeo mengatakan misinya adalah untuk “memastikan bahwa kami memahami apa yang setiap pihak benar-benar berusaha capai dan bagaimana kami dapat menyampaikan komitmen yang dibuat” di Singapura. Ia mengatakan mereka akan mengembangkan opsi mengenai lokasi dan waktu dari pertemuan Trump-Kim kedua.

Baca: Korsel Ungkap Rencana Pecahkan Kebuntuan Negoisasi AS-Korut

Kunjungan terakhir Pompeo ke Korea Utara gagal membuat kemajuan dengan Pyongyang yang mencela AS karena membuat “tuntutan seperti gangster.”

Otoritas Korea Utara telah mengeluh tentang berlanjutnya sanksi AS dan internasional terhadap negara mereka, menyebut langkah-langkah itu sebagai “sumber ketidakpercayaan.”

Berbicara di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong-ho berkata, “tidak mungkin kita secara sepihak melucuti diri kita terlebih dahulu.” (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: