News Ticker

Seperti di Suriah, Putin akan Turun Tangan di Libya

MOSKOW – Badan-badan intelijen Inggris dilaporkan memperingatkan Perdana Menteri Theresa May bahwa Rusia telah mengirim senjata dan pasukan ke Libya untuk mengubah negara Afrika Utara itu menjadi “Suriah baru,” sebuah tuduhan yang kemungkinan akan memperkeruh perairan antara Moskow dan London.

Pada hari Senin, Surat kabar Sun melaporkan bahwa “puluhan” petugas dari dinas intelijen militer GRU Rusia serta sayap Pasukan Khususnya, Spetznaz, telah dikerahkan ke Libya atas perintah Presiden Rusia Vladimir Putin.

Surat kabar tabloid itu mengklaim bahwa merebut kendali rute imigrasi ilegal terbesar menuju Eropa adalah tujuan terbesar Moskow.

Laporan itu juga menyatakan bahwa militer Rusia telah mengoperasikan dua pangkalan militer di kota-kota pesisir Tobruk dan Benghazi di bawah naungan sebuah perusahaan militer swasta Rusia yang disebut Wagner Group.

Rusia juga diyakini telah mengerahkan baterai dari rudal Kalibr anti-kapal dan sistem pertahanan udara S-300 di lapangan di Libya, kata laporan itu.

“Apa yang dilakukan Putin di Libya adalah persis berpedoman sebagaimana apa yang dilakukannya di Suriah,” tulis the Sun mengutip sumber yang diklaim salah satu pejabat pemerintah, mengacu pada kampanye militer Rusia untuk mendukung pemerintah Suriah melawan kelompok-kelompok teroris di seluruh negeri.

Pejabat itu melanjutkan dengan menyamakan praktik Rusia terkait reintegrasi Semenanjung Krimea 2014 ke Rusia.

“Ini adalah langkah berpotensi bencana yang memungkinkan merusak demokrasi Barat, tetapi sekali lagi kita tidak melakukan apa-apa,” tambah sumber itu.

Laporan itu menyebabkan kegaduhan di antara anggota parlemen Inggris, mendorong anggota parlemen senior untuk menyerukan tindakan pemerintah. (ARN)

About ArrahmahNews (16663 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: