News Ticker

Pembunuhan Khashoggi Tingkatkan Tekanan pada Rezim Saudi

NEW YORK – Tekanan terus berlangsung terhadap rezim Riyadh terkait dugaan penyiksaan dan pembunuhan seorang jurnalis pembangkang Saudi. Human Rights Watch (HRW) mendesak sekutu-sekutu Saudi, termasuk AS dan Uni Eropa, untuk mempertimbangkan kembali hubungan mereka dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, yang dilaporkan telah memerintahkan “operasi” pembungkaman terhadap para pengkritiknya.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis (11/10), kelompok HAM yang berbasis di New York itu mengatakan bahwa bin Salman harus “segera merilis semua bukti dan informasi” yang dimiliki Riyadh mengenai nasib Jamal Khashoggi, yang tidak lagi terlihat atau terdengar kabarnya setelah memasuki konsulat Riyadh di Istanbul, Turki, minggu lalu, untuk mengurus beberapa dokumen perceraiannya.

Baca: Harian Turki Rilis Foto-foto Terduga Pembunuh Jamal Khashoggi

Rekaman yang diambil oleh kamera keamanan di luar misi itu menunjukkan Khashoggi, kolumnis Washington Post yang berbasis di AS, menginjakkan kaki dalam misi diplomatik itu pada 2 Oktober.

Namun, Khashoggi, tidak pernah meninggalkan misi diplomatic kerajaan tersebut, tunangannya yang menunggu di luar kemudian memberi tahu polisi.

Ada spekulasi luas – terutama di kalangan pejabat Turki – bahwa Khashoggi telah dibunuh oleh operasi khusus Saudi saat memasuki tempat itu. Jasadnya yang kabarnya dimutilasi dilaporkan juga telah diterbangkan dari Turki dalam dua jet berbeda oleh 15 pelaku. (ARN)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: