News Ticker

Studi: Koalisi Saudi dengan Sengaja Targetkan Pasokan Makanan Yaman

SANA’A – Sebuah studi terbaru melaporkan bahwa Koalisi Arab Saudi dengan sengaja menargetkan berbagai pasokan makanan bagi masyarakat Yaman dengan secara sistematis menghancurkan instalasi nelayan, membunuhi para nelayan, merusak lahan-lahan pertanian dan peternakan, serta membombardir infrastruktur terkait penyediaan makanan lainnya di negara itu, untuk menciptakan kegagalan masyarakatnya dalam memenuhi kebutuhan paling mendasar tersebut.

Laporan yang berjudul “Strategi Koalisi dalam Perang Yaman” yang mengungkap mengenai taktik Saudi dan koalisinya tersebut, baru-baru ini diterbitkan oleh Tufts University yang berafiliasi dengan World Peace Foundation setelah melakukan tinjauan komprehensif terhadap data yang diterima dari beberapa organisasi di dalam negeri.

Baca: Serangan Saudi Targetkan Sekelompok Warga Yaman yang Hendak Umrah

Studi ini menggarisbawahi kampanye koalisi Saudi yang secara luas untuk menggabungkan antara “perang ekonomi” dengan “kerusakan fisik, untuk menciptakan kegagalan massal dalam mata pencaharian dasar.

Laporan ini menyoroti apa yang digambarkannya sebagai kejahatan perang terang-terangan  berdasarkan Konvensi Jenewa dan Protokol Tambahan I.

“Merusak sumber daya produsen makanan (petani, penggembala, dan nelayan) di samping penargetan pengolahan, penyimpanan dan transportasi makanan di daerah perkotaan dan melancarkan perang ekonomi yang lebih luas, adalah bukti kuat bahwa strategi Koalisi bertujuan untuk menghancurkan produksi dan distribusi makanan di daerah-daerah yang berada di bawah kendali Sana’a,” bunyi penutup dalam laporan tersebut.

Baca: Panel PBB Desak Saudi Hentikan Agresi atas Yaman

Lebih lanjut, penelitian ini pada akhirnya menantang legalitas operasi-operasi Koalisi, mendesak anggota-anggota Dewan Keamanan PBB lainnya untuk turun tangan dan menghentikan “kejahatan perang” yang sudah sangat terang tersebut.

“Kekuatan dan lembaga-lembaga (dunia) perlu mempertanyakan  bahwa hingga saat ini, ‘legitimasi’ apa yang dimiliki oleh Koalisi dari badan hukum tertinggi dunia, Dewan Keamanan PBB.”

Banyak anggota PBB dan kelompok-kelompok hak asasi manusia telah berulang kali mengecam  pelanggaran berat hak asasi manusia yang terjadi sebagai akibat dari serangan Saudi. Panel hak asasi manusia PBB mendesak kerajaan Saudi untuk menghentikan serangan terhadap sasaran sipil pada 11 Oktober, namun belum ada langkah nyata yang mampu menghentikan serangan demi serangan keji atas bangsa Yaman tersebut. (ARN)

About ArrahmahNews (16659 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: