Iklan
News Ticker

Ekuador Kembalikan Akses Internet Assange dengan Syarat Tak Lagi Bicara Politik

LONDON – Ekuador memerintahkan Julian Assange untuk mematuhi aturan terbaru mereka, termasuk menghindari isu-isu politik, membersihkan kamar mandi dan merawat kucingnya sendiri jika ia ingin internetnya terhubung kembali.

Dalam memo sembilan halaman, yang diterbitkan oleh situs Ekuador, Codigo Vidrio, yang dikutip ABC News pada Senin (15/10), pendiri WikiLeaks itu dilarang “mencampuri urusan internal negara lain” atau dari kegiatan “yang dapat mengganggu hubungan baik Ekuador dengan negara lain”.

Assange, yang diberikan suaka di kedutaan Ekuador di London pada tahun 2012, itu juga diberitahu dalam memo tersebut bahwa kucing peliharaannya akan disita dan dibawa ke penampungan hewan jika dia tidak merawatnya.

Baca: Pertanyakan Tuduhan Inggris ke Rusia, Komunikasi Assange dari Kedubes Ekuador Diputus

Sebelumnya, pada hari Minggu, WikiLeaks mengatakan bahwa Assange akan kembali mendapatkan akses internet, tetapi tidak memberitahukan apakah langkah itu bergantung pada persetujuannya atas syarat-syarat yang ditetapkan Ekuador ataukah tidak.

Memo ini sebagian besar mengatur masalah keamanan dan komunikasi, tetapi juga menunjukkan beberapa masalah Assange lainnya di kedutaan, seperti kebutuhan untuk membersihkan kamar mandinya.

Sebenarnya telah terjadi ketegangan cukup lama antara Assange dan tuan rumahnya, terutama setelah mantan warga Australia itu dianggap terlibat dalam kekacauan di Spanyol pada tahun lalu.

Pada bulan Maret, pihak Ekuador mengumumkan bahwa mereka membatasi akses Assange ke internet.

Baca: Pengadilan Inggris Kuatkan Surat Perintah Penangkapan Julian Assange

Assange berlindung di Kedubes Ekuador setelah pengadilan Inggris memerintahkan agar dia diekstradisi ke Swedia atas kasus tuduhan pelecehan seksual. Kasus itu memang kemudian dibatalkan, namun Assange masih enggan keluar dari Kedubes Ekuador.

Ia khawatir ditangkap dan diekstradisi ke Amerika Serikat jika keluar dari kantor tersebut. WikiLeaks yang didirikannya telah banyak membocorkan dokumen-dokumen intelijen rahasia AS dan Assange diselidiki atas hal ini.

“Perkara utamanya, syarat bahwa Inggris mengupayakan Julian tidak akan diekstradisi ke AS masih belum diperoleh,” kata pengacaranya kepada Reuters. (ARN)

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: