Iklan
News Ticker

Israel Tutup Paksa Sekolah di Tepi Barat, Bentrokan Pecah antara Warga dan IDF

TEPI BARAT – Serangkaian bentrokan sengit pecah antara demonstran Palestina dan pasukan Israel (IDF) setelah rezim Tel Aviv memerintahkan penutupan sebuah sekolah Palestina di wilayah pendudukan Tepi Barat.

Bentrokan meletus setelah siswa mencoba masuk sekolah bersama beberapa pejabat lokal di kota Sawiyah, selatan Nablus, pada Senin pagi (15/10).

Pasukan Israel dan polisi menembakkan gas air mata ke para demonstran, termasuk ke gedung sekolah.

Baca: Israel Kembali Setujui Pembangunan 400 Unit Pemukiman Ilegal di Tepi Barat

Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan bahwa setidaknya empat orang terkena peluru karet, dengan sejumlah lainnya terkena dampak gas air mata. Seorang fotografer AFP termasuk di antara mereka yang terluka dalam bentrokan itu.

Sekolah ini melayani keperluan pendidikan bagi masyarakat di desa-desa Palestina as-Sawiya dan al-Lubban di selatan Nablus dan terletak di jalan utama melalui Tepi Barat.

Samer Ewass, seorang pejabat desa, mengatakan bahwa mereka memprotes keputusan Israel tersebut.

“Kami menolak keputusan ini,” kata Ewass, menambahkan, “Anak-anak ini memiliki hak atas pendidikan, mereka memiliki hak untuk duduk di sekolah seperti anak-anak di negara lainnya.”

Baca: Israel Larang Imam Masjidil Aqsha Masuki Tepi Barat

Militer Israel pada hari Minggu mengeluarkan perintah agar sekolah ditutup. Militer Israel menyalahkan siswa karena melemparkan batu ke jalan besar terdekat yang dilewati oleh pasukannya dan pemukim Israel.

Sebelumnya, Puluhan pelajar Palestina terluka setelah pemukim dan tentara Israel bersenjata menyerbu sebuah sekolah menengah di wilayah pendudukan Tepi Barat pada 11 Oktober. (ARN)

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: