Iklan
News Ticker

Pangeran Khalid Bin Farhan Ungkap Nyaris Alami Nasib Seperti Khashoggi

BERLIN – Pangeran Saudi Khalid bin Farhan Al-Saud menuduh pemerintah kerajaan telah mencoba menculiknya. Tuduhan ini bertepatan dengan hilangnya jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi, yang hilang sejak ia memasuki konsulat kerajaan di Istanbul dua minggu lalu.

Pangeran pembangkang dari kerajaan Saudi yang berlindung di Jerman itu menyatakan bahwa para pejabat Saudi mencoba memancingnya beberapa minggu lalu, untuk kemudian menculiknya dan membawanya ke Arab Saudi.

“Mereka berbicara dengan salah satu kerabat saya beberapa hari sebelum hilangnya Khashoggi dan memberi tahunya tentang suatu pemeriksaan. Mereka mengatakan kepadanya bahwa mereka ingin membantu pangeran atas masalah keuangannya,” kata sang pangeran sebagaimana dikutip MEMO, Rabu (17/10).

“Mereka mengatakan kepadanya bahwa semua yang harus saya lakukan hanyalah sekedar membawa cek dari kedutaan Saudi di Mesir,” tambahnya menegaskan bahwa dirinya pasti akan menghilang seperti Khashoggi, jika dia menanggapi panggilan ini.

Kantor Federal untuk Perlindungan Konstitusi menekankan bahwa mereka saat ini terus melakukan komunikasi dengan Pangeran Khalid dan keluarganya ditengah situasi yang mengkhawatirkan ini.

Menurut beberapa informasi, Arab Saudi meminta pihak berwenang Jerman tahun lalu untuk mempertimbangkan kemungkinan mengekstradisi pangeran Saudi tersebut.

Pangeran Khaled sebelumnya mengungkapkan hilangnya lima pangeran keluarga kerajaan di dalam kerajaan Arab Saudi, minggu lalu setelah mereka mengkritik apa yang terjadi pada Khashoggi.

Menurut CNN, Saudi menyiapkan laporan yang menyatakan bahwa pembunuhan Khashoggi terjadi karena suatu kesalahan saat proses interogasinya dan bahwa operasi ini dilakukan tanpa izin pemerintah. Mereka yang terlibat dalam operasi ini akan diminta bertanggung jawab.

Jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi telah menghilang sejak ia memasuki konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober untuk mengambil beberapa dokumen resmi. Sementara itu, sumber keamanan Turki percaya bahwa ia dibunuh oleh tim keamanan Saudi yang datang ke Istanbul khusus untuk misi ini. (ARN)

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: