Iklan
News Ticker

Terlibat Pembunuhan, Saudi Cari Pengganti Pangeran Mahkota

RIYADH – Setelah mendapati reputasi Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) ternodai, keluarga penguasa Arab Saudi sedang mencari pengganti pangeran muda dengan saudaranya yang kurang ambisius, Khalid, sebuah laporan baru mengatakan.

Surat kabar Prancis Le Figaro pada Kamis mengutip sumber diplomatik di Paris yang mengatakan bahwa Dewan Kesetaraan Saudi secara diam-diam telah bertemu untuk membahas hilangnya jurnalis Jamal Khashoggi, yang diyakini telah dibunuh di konsulat Saudi di Istanbul atas perintah dari MBS.

Khashoggi memasuki konsulat pada 2 Oktober dan tidak pernah terlihat sejak itu. Laporan intelijen Turki dan Amerika mengatakan dia disiksa dan dibunuh sebelum mayatnya dimutilasi dan dikirim ke Riyadh.

Presiden AS Donald Trump mengkonfirmasi Kamis bahwa intelijen menuntunnya untuk percaya bahwa Khashoggi terbunuh “kecuali keajaiban terjadi.”

Dewan, yang menunjuk bin Salman sebagai putra mahkota baru tahun lalu, sekarang berencana untuk menunjuk Khalid bin Salman, dubes Saudi untuk AS, sebagai pangeran mahkota.

Sumber Saudi menjelaskan kepada Le Figaro bahwa jika Khalid ditunjuk, berarti MBS akan meninggalkan posisinya di tahun-tahun mendatang. Dengan cara ini, kekuatan tetap ada di keluarga Salman, tambah laporan itu.

Menurut laporan itu, Khalid, yang populer baik di dalam maupun di luar negeri, secara bertahap akan mengambil alih kekuasaan dari saudaranya dan menggantikannya.

Khalid, 28, terbang ke Riyadh pekan lalu, The New York Times melaporkan pada hari Senin, menambahkan dia tidak akan kembali ke AS sebagai utusan Saudi. Belum jelas siapa yang akan menggantikan KBS.

Le Figaro mencatat bahwa MBS telah membuat dirinya sendiri musuh besar di Dewan Kesetiaan dengan melanggar kesepakatan di antara pangeran kelas satu dari keluarga kerajaan untuk menyerahkan kekuasaan kepada putra raja terakhir.

MBS juga telah menciptakan banyak permusuhan terhadap dirinya sendiri dari dalam keluarga Al Saud, penangkapan dengan dalih melawan korupsi sebagai bagian dari tindakan kerasnya untuk mengkonsolidasikan kekuasaannya.

Komandan Pengawal Nasional Saudi, Pangeran Mutaib bin Abdullah, juga dipecat tahun lalu, karena tidak begitu setia kepada putra mahkota.

Pangeran muda itu juga menghadapi tentangan kuat di negaranya atas agresi brutal terhadap Yaman, pengepungan terhadap Qatar dan kedekatannya dengan Israel.

Salah satu dari 15 orang tersangka pembunuhan Khashoggi dikabarkan tewas dalam kecelakaan.

Dalam berita terkait, satu dari lima belas orang yang dituduh berpartisipasi dalam pembunuhan Khashoggi tewas pada Kamis. Media Turki mencurigai kecelakaan mobil tersebut sebagai langkah untuk menghilangkan barang bukti dan saksi yang mengarah kepada MBS.

Mashal Saad al-Bostani, seorang letnan berusia 31 tahun di Angkatan Udara Kerajaan Saudi, telah terlihat di video konsulat sebagai bagian dari regu pembunuh yang beranggotakan 15 orang.

Berita Turki Daily Hurryiet menuduh bin Salman mencoba menghilangkan bukti untuk menutupi pembunuhan Khashoggi.

Hurryiet memperingatkan bahwa Konsul Jenderal Saudi Mohammad al-Otaibi bisa menjadi orang berikutnya yang “dieksekusi.” [ARN]

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: