Iklan
News Ticker

PKS Bicara Ekonomi Sulit Pasutri Cemberut, NasDem dan PSI: Istri Lebih dari Satu

JAKARTA – Kondisi ekonomi saat ini dinilai Presiden PKS Sohibul Iman sedang sulit dan membuat pasangan suami istri cemberut. Penilaian ini kemudian dipertanyakan oleh NasDem dan Ketua DPP PSI Tsamara Amany.

“Yang bikin cemberut kalau istri lebih dari satu, sementara penghasilan cuma satu,” kata Irma saat dimintai tanggapan detikcom, Sabtu (20/10/2018).

Irma tak menuding siapa pun dalam tanggapannya ini. Dia hanya mengasosiasikan jumlah istri dengan pengeluaran dapur.

“Jelas saja cemberut kalau istri lebih dari satu! Penghasilan (untuk) satu dapur banyak. Kalau cuma satu dapur, dijamin tidak ada masalah, he-he-he…,” ujar dia.

“Cabai 1 kg Rp 26 ribu, bawang merah 1 kg Rp 22 ribu, bawang putih 1 kg Rp 23 ribu, telur 1 kg Rp 22 ribu, ikan 1 kg Rp 30 ribu, ayam Rp 35 ribu per kg, daging 1 kg Rp 120 ribu,” papar Irma.

Ketua DPP PSI Tsamara Amany juga angkat bicara, menurutnya “Kenyataannya tidak demikian, kalau betul apa yang mereka katakan, mana buktinya? Mereka tak mampu menunjukkan data apapun.”

Tsamara menganggap kubu pendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kerap melontarkan pernyataan semacam itu. Namun bagi Tsamara, pernyataan seperti yang disampaikan Sohibul tak berbasis data.

“Sudah biasa kubu oposisi melakukan itu. Mereka selalu mencoba membangun narasi kosong yang tak berbasis data. Mereka memutarbalikkan fakta hanya untuk meraih kekuasaan. Miris memang,” kata Tsamara.

Dia juga mengungkap data tentang penurunan inflasi selama pemerintahan Presiden Jokowi. Data ini seakan mementahkan klaim kondisi ekonomi sulit.

“Isu bahwa harga bahan pokok melonjak justru terbukti sebaliknya. Per September 2018, angka inflasi turun sampai angka 2,88%. Pemerintahan Pak Jokowi berhasil menjaga stabilitas bahan pangan,” papar Tsamara.

Selain itu soal lapangan pekerjaan, menurut data yang dikutip Tsamara, justru menekan pengangguran. Angka pengangguran saat ini, kata Tsamara yang juga Wakil Direktur di Tim Kampanye Nasional Jokowi-KH Ma’ruf Amin, turun hingga 5%.

“Dari 4 tahun ini, kita bisa melihat bagaimana Pak Jokowi mengalokasikan anggaran pendidikan hingga 147,56 triliun pada tahun 2018. Daya saing Indonesia naik hingga peringkat 45 dari 170 negara,” ujar Tsamara.

Sebelumnya Sohibul Iman bersama Cawapres Sandiaga Uno menemui Komunitas UMKM di Tangerang Selatan. Sohibul menilai ekonomi yang sulit membuat masyarakat cemberut.

“Kami sangat tahu kondisi perekonomian saat ini semakin sulit, daya beli masyarakat juga semakin rendah, harga-harga makin naik. Bapak ibu sekalian mudah-mudahan nanti senyumnya semakin lebar kembali, kalau sekarang saya lihat banyak yang senyumnya kurang lebar. Sehingga yang mungkin di rumah sebetulnya sedang cemberut, di sini bisa senyum lebar,” kata Sohibul di Adin House, Pamulang. [ARN/Detik]

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: