Iklan
News Ticker

MAKJLEB! Budiman Sudjatmiko: Sandi Tidak Gentle

JAKARTA – Anggota Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Budiman Sudjatmiko, mengaku heran dengan pola pikir Cawapres Sandiaga Salahuddin Uno yang mengkritik rencana pemerintah mengeluarkan dana kelurahan. Menurut Budiman, kritik Sandiaga itu menunjukkan tidak gentle.

“Ini ada sebuah kebijakan yang sudah jelas memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, eh disindir. Ini gimana? Jadi menurut saya apa yang disampaikan Pak Sandi tidak gentle, tidak fair. Menggelikan bagi saya,” kata Budiman di Posko Cemara, Jakarta, Senin (22/10).

Dia menegaskan, semua rencana pemerintah bakal diputuskan melalui kebijakan politik dengan persetujuan DPR. Oleh sebab itu, dia mempertanyakan pernyataan Sandiaga tersebut.

“Presiden itu jabatan politis. Jadi Wakil gubernur DKI itu juga jabatan politis. Saya anggota DPR itu juga jabatan politis. Kenapa sih harus menjelek-jelekkan politik. Wong nyatanya juga hidup juga dari politik. Dan butuh keputusan politik untuk melahirkan dana desa dan Kelurahan,” kata Budiman.

Dia pun menyebut apa hak moral Sandiaga berkata seperti itu. Justru jika menggunakan sebuah politik yang merusak kecerdasan bangsa, baru boleh dikritik.

“Menyebar hoaks boleh dikritik. Melahirkan pahlawan palsu karena kekurangan pahlawan, kekurangan masa lalu, masa depan, akhirnya bersikap masa bodoh terhadap nasib bangsa, terhadap kecerdasan dan kewarasan bangsa. Operasi plastik malah dianggap dianiaya. Yang itu enggak mau dikritik. Yang jelas-jelas dampaknya merusak kewarasan bangsa. Malah sibuk membela diri,” tutur Budiman.

Aktivis 98 ini pun menyindir balik soal perilaku Sandiaga yang memasang petai di rambutnya dan menganggap tempe setipis kartu ATM.

“Kenapa pasang petai di rambut dan anggapan tempe setipis kartu ATM dianggap lebih keren, lebih unggul dibanding dana kelurahan yang akan mensejahterakan kelurahan. Iri sih boleh tapi jangan dengki. Kalau iri bagus, kalau dengki, Anda hanya ingin lihat orang lain susah,” pungkasnya.

Sebelumnya, Sandiaga meminta masyarakat menerka sendiri apakah pembagian dana tersebut ada maksud lain seperti ungkapan peribahasa ‘Ada Udang Di Balik Batu’.

“Kalau misalnya di tahun politik di 2019 ini pasti masyarakat bisa menilai sendiri, apakah ini ada udang di balik batu atau apakah ini sebuah program yang memang dicanangkan sebelumnya,” kata Sandiaga.

Menurut dia, saat ini masyarakat sudah cerdas dalam berpolitik khususnya yang menengah ke bawah. Dia pun mencontohkan kala Pilgub DKI lalu ada ‘serangan’ bagi-bagi sembako.

“Bagaimana serangan di penghujung, serangan sembako tidak mengubah electoral behavior, tidak mengubah keyakinan berpolitik mereka dan mereka menjatuhkan pilihan berdasarkan pilihan dan hati mereka,” jelas Sandiaga. [ARN]

Iklan

1 Comment on MAKJLEB! Budiman Sudjatmiko: Sandi Tidak Gentle

  1. PANCASILA // Okt 22, 2018 at 6:17 pm // Balas

    tim sandi dan wahabinya memang politik TAEK !! BAYANGKAN UJARAN KEBENCIAN SARA DAN MENAKUT NAKUTI DENGAN MAYAT GA DISHOLATI ITU APA ??? MEMANG SEHARUSNYA PEMERINTAH LEBIH TEGAS DALAM HAM UJIAN KEBOHONGAN , HOAX , SARA DLL PENJARAKAN SELAMANYA

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: