Iklan
News Ticker

Ada Penyusup! PBNU Sebut Aparat Kecolongan soal Bendera HTI

JAKARTA – Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj menyebut tindakan Banser membakar bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) bertuliskan kalimat tauhid dalam acara Hari Santri Nasional di Garut, Senin lalu, sebagai bentuk kecintaan terhadap NKRI. Said justru menilai aparat kecolongan terkait keberadaan bendera HTI sebagai organisasi terlarang di lokasi acara.

“Kami menyayangkan aparat keamanan yang kecolongan dengan tidak melakukan tindakan terhadap pengibaran bendera organisasi terlarang (HTI),” kata Said di Kantor Pusat PBNU, Jakarta, Rabu (24/10).

Said mengatakan PBNU telah membentuk Tim Pencari Fakta dalam kasus ini. Hasilnya, pengibaran atau pemasangan bendera HTI saat Hari Santri Nasional juga terjadi di sejumlah tempat di Jawa Barat. Said bahkan mengaku melihat sendiri peristiwa itu terjadi di Tasikmalaya.

Menurutnya, di sejumlah tempat bendara HTI tersebut berhasil ditertibkan dan diserahkan kepada aparat keamanan sesuai SOP. Namun hal itu tidak terjadi saat peringatan Hari Santri Nasional di Garut.

Said menegaskan bahwa pembakaran bendera oleh anggota Banser tidak bertujuan untuk melecehkan atau menodai kalimat tauhid yang tertulis di bendera HTI.

Dia juga menyebut pembakaran bendera HTI tidak didasari kebencian personal maupun kelompok. Bahkan menurutnya tindakan tersebut sebagai bentuk cinta tanah air.

“Semangat untuk mencintai tanah air adalah landasan utama untuk mencegah gerakan-gerakan yang ingin mengganti konstitusi dan bentuk negara,” ujarnya.

Pembakaran bendera HTI ini memicu kontroversi di masyarakat. Sebagian kelompok memprotes aksi Banser tersebut.

Aksi massa digelar di sejumlah daerah seperti di Bogor dan Solo sebagai wujud protes mereka. Ada yang menyebut aksi Banser itu sebagai bentuk penghinaan terhadap kalimat tauhid.

Eks juru bicara HTI Ismail Yusanto juga menyebut bendera yang dibakar Banser adalah bendera atau panji Nabi Muhammad. Lewat akun twitternya, @ismail_yusanto, dia menyatakan HTI tidak memiliki bendera.

“Bendera yang dibakar itu bukanlah bendera HTI, HTI tidak pernah punya bendera,” katanya lewat akun twitter pribadinya @ismail_yusanto, Selasa (23/10).

Ismail lalu mengutip hadis soal bendera Rasulullah dalam riwayat Ahmad dan At-Tirmidzi. Hadis tersebut menjelaskan bahwa bendera (pasukan) Rasulullah itu hitam dan panjinya itu putih yang bertuliskan di atasnya ‘La Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah’.

“Jadi bendera Rasulullah ada Ar-Raya warnanya hitam, Al-Liwa warna putih,” katanya. [ARN/CNN]

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: