News Ticker

Putin: Rusia Akan Balas AS Jika Menarik Diri dari Perjanjian Nuklir ‘INF’

MOSKOW – Presiden Rusia Vladimir Putin telah memperingatkan bahwa Moskow akan menanggapi dengan cara yang sangat cepat dan efektif jika Amerika Serikat memutuskan untuk menghentikan pakta pengawasan senjata nuklir.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada 20 Oktober bahwa Washington akan mengundurkan diri dari perjanjian Intermediate-range Nuclear Forces (INF), yang ditandatangani menjelang berakhirnya Perang Dingin pada 1987 oleh Presiden Ronald Reagan dan pemimpin Soviet Mikhail Gorbachev.

Perjanjian itu, yang dipandang sebagai tonggak penting dalam mengakhiri perlombaan senjata pada Perang Dingin antara dua negara adidaya, melarang peluncuran rudal nuklir dengan kisaran 500 kilometer hingga 5.500 kilometer dan menyebabkan penghapusan hampir 2.700 rudal jarak pendek dan menengah.

“Jika Amerika Serikat benar-benar menarik diri dari perjanjian INF, pertanyaan utamanya adalah apa yang akan mereka lakukan dengan rudal-rudal yang baru-baru ini diciptikan. Jika mereka akan mengirimnya ke Eropa, tentu saja respon kami harus mencerminkan ini,” kata Putin pada jumpa pers bersama dengan Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte setelah pembicaraan di Kremlin pada hari Rabu.

Dia menekankan bahwa tanggapan Rusia akan “sangat cepat dan efektif.”

Putin menekankan bahwa penghapusan sistem kontrol senjata global adalah “sangat berbahaya,” dan menambahkan Rusia prihatin dengan fakta bahwa Washington telah menarik diri dari perjanjian Anti-Balistik Missile, dan berencana untuk meninggalkan INF.

“Tidak akan ada yang tersisa kecuali perlombaan senjata,” katanya.

Para ahli memperingatkan bahwa meninggalkan perjanjian dapat memprovokasi perlombaan senjata berbahaya di seluruh Eropa, mirip dengan yang sedang berlangsung selama tahun 1980, tetapi diakhiri oleh INF.

Keputusan pemerintahan Trump tampaknya konsisten dengan agenda kebijakan luar negerinya, di mana ia secara sepihak membatalkan kesepakatan perjanjian multilateral 2015 soal program nuklir Iran serta kesepakatan iklim Paris dan kesepakatan perdagangan Kemitraan Trans-Pasifik.

Jurubicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan pada hari Senin “Langkah-langkah seperti itu [AS menghentikan kesepakatan], jika itu dilakukan, akan membuat dunia menjadi tempat yang lebih berbahaya.”

Keputusan Trump telah mengundang kecaman dari China, dengan juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying mengatakan bahwa salah bagi AS untuk meninggalkan perjanjian dan bahwa Beijing menentang keputusan tersebut.

Selain Rusia dan Cina, sekutu AS secara bergiliran memperingatkan terhadap risiko keamanan dan runtuhnya INF dapat menimbulkan kehancuran di Eropa.

Jerman telah menjadi sekutu AS pertama yang mengkritik langkah itu, menyerukan administrasi Trump untuk mempertimbangkan konsekuensi dari langkah semacam itu baik untuk Eropa dan upaya perlucutan senjata di masa depan.

Presiden Prancis Emmanuel Macron juga mengadakan pembicaraan telepon dengan Trump tentang masalah itu.

“Presiden mencatat pentingnya perjanjian ini, khususnya untuk keamanan Eropa dan stabilitas strategis kami,” kata kantor Macron tentang panggilan antara kedua pemimpin pada hari Minggu.

Juru bicara Komisi Eropa Maja Kocijancic juga menekankan perlunya untuk menjaga perjanjian itu di tempatnya.

“AS dan federasi Rusia harus tetap dalam dialog konstruktif untuk mempertahankan perjanjian ini dan memastikan itu sepenuhnya dan diimplementasikan secara benar,” katanya kepada wartawan. [ARN]

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: