NewsTicker

Ketika Pemukulan Ratna Sarumpaet Jadi Komoditas Politik

JAKARTA – Kabar adanya pemukulan aktivis Ratna Sarumpaet oleh sekelompok orang berkembang liar di media sosial. Meski kebenaran dan kronologinya belum jelas, namun telah membawa tuduhan sesat terhadap pemerintah.

Atas insiden pemukulan itu, kalangan aktivis dan politisi pun akan melakukan aksi solidaritas untuk Ratna Sarumpaet. Menurut inisiator aksi solidaritas, pemukulan itu telah menghina kaum ibu dan demokrasi di Indonesia.

Adapun peserta yang akan menghadiri di antaranya aktivis senior Hariman Siregar, akademisi Rocky Gerung, politisi Gerindra Ferry Juliantono dan lain-lain. Mereka akan berkumpul di suatu tempat pada 3 September 2018 untuk merencanakan aksi solidaritas.

Menanggapi isu tersebut tidak semakin menimbulkan spekulasi liar, maka disarankan kepada pihak Ratna Sarumpaet agar segera melapor kepada polisi sehingga kejadian tersebut tidak dijadikan komoditas politik untuk menyudutkan pihak tertentu. Seruan rencana pembentukan komite Solidaritas untuk Ratna Sarumpaet berpotensi ditunggangi untuk pihak tertentu yang memanfaatkan sisi gelap permasalahan.

Permasalahan ini sangat mudah menyulut empati hingga emosi masyarakat. Adanya rencana pembentukan komite tanpa disertai dengan data dan fakta yang lengkap dan tepat akan berujung pada subjektifitas dan tindakan main hakim sendiri.

Pihak oposisi memanfaatkan keabu-abuan isu kasus pemukulan Ratna Sarumpaet ini untuk menyerang Pemerintah dengan menyebut Ratna Sarumpaet dipukul antek PKI. Hal ini yang patut diwaspadai untuk menjadi amunisi dalam seruan pembentukan Komite Solidaritas Ratna Sarumpaet.

Motif yang belum terungkap diubah dalam sekejap menjadi komoditas politik hanya karena sosok Ratna yang seringkali berseberangan dengan pemerintah.

Oleh karena itu, masyarakat hendaknya mempercayakan proses pengusutan pada pihak berwajib dan tidak ikut serta dalam ajakan tersebut. Tak perlu kita terprovokasi dengan isu sesat yang belum jelas kebenarannya. [ARN]

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: