News Ticker

Lieberman Mundur, Israel Terperosok dalam Krisis

Leiberman Leiberman

TEL AVIV – Pemerintah Israel terperosok ke dalam krisis yang berpotensi memaksa negara itu memasuki pemilihan awal, pada hari Rabu (14/11) setelah Menteri Pertahanan Avigdor Lieberman mengundurkan diri dan menarik partainya dari koalisi yang berkuasa karena pembicaraan gencatan senjata dengan Hamas.

Menteri Pendidikan dari partai Kanan, Naftali Bennett, dengan cepat memperparah krisis dengan mengancam untuk juga mundur dari koalisi politik yang berkuasa, yang akan membuat mereka kehilangan kursi mayoritas di parlemen,  kecuali jika Bennett ditunjuk sebagai pengganti Lieberman.

Baca: Menhan Israel Mengundurkan Diri

“Tanpa portofolio keamanan, Rumah Yahudi tidak akan berlanjut sebagai mitra dalam pemerintahan,” demikian cuitan ketua partai, Shuli Mualem, dalam postingan twitternya.

The Times of Israel melaporkan bahwa PM Benjamin Netanyahu telah memulai pembicaraan dengan mitra koalisi dan anggota senior dari partai Likud sendiri untuk menstabilkan pemerintahannya.

Pengunduran diri Lieberman adalah sebagai bentuk protesnya terhadap pembicaraan yang sedang berlangsung untuk gencatan senjata jangka panjang antara Israel dan Hamas.

Baca: VIDEO: Warga Gaza Rayakan Pengunduran Diri Lieberman

“Apa yang terjadi kemarin, gencatan senjata dikombinasikan dengan proses dengan Hamas, (berarti) menyerah pada teror. Itu tidak memiliki arti lain”, kata Lieberman dalam konferensi pers yang disiarkan televisi, yang merujuk pada perjanjian Selasa untuk mengakhiri eskalasi dua hari dengan Hamas yang dimulai pada hari Minggu.

“Apa yang kita lakukan sekarang sebagai negara adalah membeli keheningan jangka pendek, dengan harga yang menjadi kerusakan jangka panjang yang parah terhadap keamanan nasional,” tambahnya.

Menteri Pariwisata Yariv Levin, orang pertama dari pemerintahan Israel yang menanggapi pengunduran diri Lieberman menyebut pengunduran diri itu sebagai “hadiah untuk Hamas” sebuah sentimen yang tampaknya dimiliki oleh pemimpin politik senior Hamas Sami Abu Zahri, yang menyebutnya sebagai “pengakuan kekalahan”.

Baca: Jet Tempur Israel Bombardir Delapan Target Hamas di Gaza

Lieberman, yang terkenal karena sikap politik garis kerasnya, menyerukan pemilihan baru, meskipun pemerintah Netanyahu secara teknis dapat terus beroperasi tanpa partai Lieberman Israel Beiteinu, dengan  hanya memiliki 61 dari 120 kursi di parlemen.

Karena mayoritas kecil itu, dan kebutuhan akan stabilitas yang lebih besar, Netanyahu mengundang Israel Beiteinu untuk bergabung dengan koalisinya pada tahun 2016. (ARN)

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: